IDX Channel – Perdana Menteri konservatif Selandia Baru, Christopher Luxon, mengumumkan larangan penggunaan telepon genggam di sekolah-sekolah di Selandia Baru mulai 1 Januari 2024.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah yang baru saja dilantik untuk mengatasi penurunan tingkat melek huruf di negara tersebut.

Sebelumnya, sekolah-sekolah di Selandia Baru dikenal dengan pencapaian nilai literasi tertinggi di dunia.

Namun, tingkat keterampilan membaca dan menulis telah mengalami penurunan sehingga menimbulkan kekhawatiran peneliti akan adanya krisis dalam pembelajaran di ruang kelas.

Luxon menyatakan akan melarang penggunaan ponsel di sekolah dalam 100 hari pertama masa jabatannya Kebijakan ini mengadopsi praktik yang sebelumnya diuji coba dengan hasil yang beragam di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Menurut Luxon, langkah ini akan mengatasi perilaku yang mengganggu dan membantu siswa untuk lebih fokus.

“Kami akan melarang penggunaan ponsel di sekolah-sekolah di Selandia Baru. Kami ingin anak-anak kami belajar dan kami ingin guru-guru kami mengajar,” ujar Luxon.

Peneliti dari lembaga amal Education Hub Selandia Baru pada 2022 mengingatkan tentang potensi terjadinya krisis literasi. Temuan mereka menyatakan bahwa lebih dari sepertiga anak berusia 15 tahun hampir tidak memiliki kemampuan membaca atau menulis.

“Bahwa sesuatu harus dilakukan untuk mengatasi tingkat literasi yang sangat rendah di Aotearoa Selandia Baru sudah jelas,” tulis peneliti dalam laporan tersebut.

Selain itu, para dokter telah memberikan peringatan tentang kemungkinan menghadapi tragedi dalam kesehatan masyarakat di negara tersebut. 

Hal Ini terjadi setelah pemerintah secara tak terduga mencabut kebijakan pengendalian tembakau terkemuka di dunia yang bertujuan untuk melarang penjualan rokok kepada siapa pun yang lahir setelah 2008. (TSA)





Source link