IDXChannel – Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Nusantara Regionally and Locally Determined Contribution (RLDC).

Dokumen tersebut merupakan peta jalan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mencapai nol emisi karbon (net zero emission/NZE) di kawasan ibu kota baru tersebut.

Langkah persiapan ini, menurut Bambang, bakal tercatat dalam sejarah, sekaligus dapat menjadi percontohan bagi kawasan lain. Tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di daerah-daerah lain di seluruh dunia.

“Jadi ini adalah sejarah, di mana Nusantara adalah kota pertama yang meluncurkan RLDC Nusantara. Diharapkan dengan adanya RLDC ini akan diikuti kota-kota lain di Indonesia, dan bahkan menjadi rujukan kota lain di dunia,” ujar Bambang.

Kawasan IKN, dikatakan Bambang, telah ditargetkan untuk dapat mencapai kondisi nol emisi karbon, yaitu di mana emisi yang dilepas sama dengan kemampuan penyimpanan, pada 2045 mendatang.

Untuk itu, dalam dokumen RLDC difokuskan pada lima kategori, yaitu kehutanan, agrikultur, energi, pengolahan sampah dan industri.

Selanjutnya, juga akan dilakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk mendorong tercapainya target iklim ibu kota baru Indonesia.

“Kami sendiri dibantu oleh Asian Development Bank (ADB) di dalam membuat studi ini dan juga nantinya kami akan bekerja sama dengan berbagai macam organisasi internasional di antaranya dengan PBB sehingga apa yang kami kerjakan ini menjadi referensi tidak hanya bagi kota-kota Indonesia tapi dunia,” tutur Bambang.

RLDC sendiri akan resmi diluncurkan di Paviliun Indonesia di COP28 di Dubai pada 3 Desember 2023. Di dalamnya terdapat target total emisi di Nusantara menjadi -1,1 juta ton karbon dioksida (MtCO2) pada tahun 2045 dan target yang lebih ambisius lainnya adalah emisi pada tahun 2045 dapat dikurangi lebih jauh lagi -1,6 MtCO2. (TSA)





Source link