Dream.co.id – Anak Butuh Ditempa Kesulitan, Ayah Bunda Jangan Selalu Bantu Ya! Dream – Melihat anak harus bekerja keras menyelesaikan tugas sekolah, tidur larut malam, lalu esok paginya harus sekolah pastinya orangtua merasa tak tega. Belum lagi jika anak berkonflik dengan teman atau punya masalah pribadi yang kita ketahui. Hasrat ingin turun tangan langsung membereskan semua masalah anak memang begitu besar, tapi hal ini harus dikontrol. Justru momen-momen sulit tersebut akan membangun mental anak jadi lebih tangguh. Bantuan yang kita berikan anak, malah kadang bisa menghambat kemampuan anak dalam mencari solusi. "Seringkali sebagai orangtua karena sangat sayang sama anak, tanpa sadar kita gak mau anak rasain sedih dan kesulitan. Hal ini bikin kita selalu ekstra bantuin anak di tiap tantangan yang dihadapinya," ungkap Audrey Susanto, seorang psikolog keluarga. Saat anak berhadapan dengan situasi yang sulit, ia akan belajar banyak hal. Seperti melakukan negosiasi, mencari cara untuk bertemu dengan orang yang bisa membantunya, serta mencari solusi lain yang mungkin tak terpikirkan oleh ayah bunda. Bukan berarti orangtua tak bisa boleh memberikan bantuan sama sekali, tapi secukupnya saja. Bila dirasa anak masih bisa melakukannya sendiri, biarkan dulu ia menghadapi masalahnya. Jangan sampai bantuan yang kita berikan malah membuat anak jadi tak punya kemampuan problem solving yang sangat dibutuhkannya ketika dewasa. "Apakah selalu bantuin anak tepat? Tentu tergantung, tapi kalau sampai selalu bantu anak dan gak kasih kesempatan atasi masalah sendiri, selalu melindungi anak dari rasa sakit dan kesulitan, hati-hati mungkin perilaku ini justru menyulitkan anak kelak loh," pesan Audrey. Untuk orangtua yang cenderung selalu ingin membantu anak dan membereskan seluruh masalahnya, menurut Audrey dalam psikologi dikenal dengan sebutanhelicopter parenting. Cirinya, mementingkan kemauan orangtua tanpa mempertimbangkan keinginan anak, mengerjakan dan mengatur segala sesuatu untuk anak, takut anak merasa kesulitan di sekolah dan pertemanan. Hal tersebut tentunya sangat berdampak pada perkembangan psikologis anak. Seperti, anak jadi mudah cemas lalu kesulitan beradaptasi, serta cenderung tidak mandiri."Selalu perlu dibantu, takut gagal, tidak terbiasa mencari alternatif solusi, rentan depresi sulit regulasi emosi tanpa bantuan orangtua," ungkap Audrey. Untuk itu mulai sekarang, kontrol diri ketika ingin membereskan masalah anak.  Perhatikan dulu kemampuan anak untuk mengatasi masalahnya. Jika dirasa ia mampu melakukannya meskipun tampak kewalahan,maka biarkan saja. Ayah bunda hanya perlu memberikan bantuan seperlunya saja. Anak memang butuh ditempa kesulitan untuk membentuk pribadi yang lebih kuat.Sumber:  IG @audreytsusanto.Dream.co.id hadir di WhatsApp Channel, follow buat tahu informasi terkini di link inihttps://bit.ly/DreamcoidWAChannel



Source link