spot_img
Wednesday, October 5, 2022
More
    HomeBlockchainCoin Dan Token Di Cryptocurrency? Simak Perbedaannya Di Bawah Ini!

    Coin Dan Token Di Cryptocurrency? Simak Perbedaannya Di Bawah Ini!

    -

    Kamu mungkin sudah familiar terhadap Cryptocurrency, atau bahkan mungkin dengan platform Blockchain. Tapi pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa beberapa aset di dalamnya ada yang disebut dengan koin dan ada pula yang disebut token? Mereka mungkin pada dasarnya tampak sama, namun sebenarnya tidak. Sebagai contoh Bitcoin dan Eter adalah koin, sedangkan Tether dan Shiba Inu merupakan token.

    Koin kripto biasanya berfungsi sebagai koin asli yang berasal dari Blockchain, digunakan untuk perdagangan (trading) mata uang, ataupun menyimpan nilai dari mata uang seperti biasanya. Sedangkan Token sangat mirip Koin, atau setidaknya memiliki fungsi yang serupa. Tapi, hal yang terpenting dari nya adalah bahwa ia cenderung menggunakan Blockchain melalui koin kripto.

    Sebagai contoh dari Etherum yang merupakan Blockchain, dan koinnya bernama Ether. Sebagian besar token saat ini dibuat di Blockchain Ethereum, meskipun Blockchain lain, seperti Solana juga mulai menjadi aset token.

    Ethereum menggunakan Ether sebagai mata uang aslinya, tetapi untuk token ia menggunakan BAT (Basic Attention Token) dan Loopring berada di Blockchain Ethereum. Hal ini terjadi dikarenakan tim pengembang (biasanya memiliki anggota dengan jumlah sedikit) dapat memungkinkan Ethereum untuk memberikan semua keselamatan dan keamanan, sementara tim di belakang yang mengerjakan token hanya berfokus pada pembuatan token agar memiliki fitur yang baik dan bagus. Token pada Blockchain Ethereum disebut token ERC20.

    Nah, bagaimana cara kerja dari token itu sendiri? Ini tergantung pada jenis tokennya. Ada beberapa token yang hanya tercipta untuk memiliki nilai saja, seperti Dogecoin. Tetapi ada juga token platform, seperti UniSwap, yang dapat digunakan untuk menukar satu token dengan token lainnya di Blockchain Ethereum.

    Ada pula token keamanan yang merupakan token digital terdesentralisasi, membuat kamu membuktikan bahwa kamu adalah benar-benar pengguna asli dari aset tersebut, untuk mengakses beberapa data. Selanjutnya ada token transaksional digunakan untuk mentransfer uang, biasanya digunakan untuk memastikan mendapat  biaya yang sangat rendah. Lalu, ada token tata kelola yang berfungsi untuk memungkinkan kamu memilih dan berpartisipasi dalam pemungutan suara (jika kamu memiliki token), dan jika kamu memiliki dua token, maka kamu bisa 2 kali berpartisipasi dalam pemungutan suara, dll.

    Jadi, token sangat bervariasi dan memiliki berbagai fungsi yang menarik. Sangat unik bukan?

     

    By, Annisa Lesmana

    Related articles

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    spot_img

    Latest posts