Kuliner Bakmi di sudut Kota Yogyakarta

“Tak hanya kelezatan santapannya saja yang ditawarkan, namun juga suasana Jawa-tradisional yang membuat pengunjung akan mengarungi lorong waktu menuju masa silam..”

LoL

“Tak hanya kelezatan santapannya saja yang ditawarkan, namun juga suasana Jawa-tradisional yang membuat pengunjung akan mengarungi lorong waktu menuju masa silam..”

MENJELAJAH kota Yogyakarta, tak lupa meng-eksplorasi salah satu kuliner Bakmi Jowo Mbah Gito yang berlokasi di Jalan Nyi Ageng Nis No. 9, Rejowinangun, Kotagede. Di warung ini kita dapat merasakan nikmatnya bakmi godhok buatan keluarga Sugito atau lebih dikenal dengan Mbah Gito, 70th. Campuran mie kuning dan bihun dengan taburan ayam serta bawang goreng di atasnya makin menggugah selera. Soal rasa, dijamin mantap dan tak kalah dengan yang lain!

‘Menyulap’ kandang sapi ..

Tak hanya menawarkan makanan enak, kita juga bakalan terkesima saat sampai di warung ini. Bukan berupa kedai sederhana atau rumah makan mewah, tapi warung Bakmi Jawa Mbah Gito memiliki desain interior yang unik. Tiap sudut bangunan dua lantai ini menggunakan kayu dengan hiasan tradisional. Warung ini menggunakan kayu dari bekas kandang sapi. “Iya beneran, bekas kandang sapi. Masih tertata dari awal dibangunnya kandang sapi ini.”

-- Suasana warung yang dulunya kandang sapi ..

“Ini kan kandang sapi asli. Makanya tak tulisi ‘Kandang Sapine Mbah Gito’,” kisah Mbah Gito sambil menunjukkan papan tulisan di bawah atap.

Tenang, itu dulu cikal bakal awal berdirinya warung ini. Kini tempatnya sangat bersih dan higienis. Bahkan suasananya juga nyaman untuk makan bersama keluarga atau sahabat. “Sore menjelang malam, lampu temaram menghiasi tiap sudut dengan aneka pernik khas Jawa. Sebuah kesederhanaan yang ingin dihadirkan, yang mampu mengalahkan cita rasa kuliner di ibukota” kagum saya view yang ditampilkan.

Jika orang lain tidak bisa mendatangi rumah eyang di desa, biarlah Mbah Gito yang mendatangkannya di tengah Kota Jogja. Mungkin begitulah konsep yang ingin Mbah Gito bawa untuk warung makannya.

Sebelumnya, warung yang berdiri sejak tahun Mei 2008 ini pernah tutup karena pemasukan sangat sedikit. Namun, Mbah Gito kembali membuka dengan gencar melakukan promosi dan menawarkan tempat yang nyaman serta unik. Kerennya lagi, pemilik warung ini juga memberikan kostum pakaian lurik (kain tradisional Jawa) kepada para stafnya.

“Hadir disini, membawa nuansa lain dari pada yg lain. Lampu yg temaram, dominasi kayu dan etnik budaya, — dan yang tak kalah penting adalah sebuah kesederhanaan yang mampu memikat siapa saja mengunjunginya.”

Dalam laman Brilio Video Indonesia, November tahun 2017 pernah diulas dan diwawancarai sang pemiilik warung ini, Mbah Gito. “Tempatnya dulu bekas kandang sapi, kini disulap jadi warung bakmi ber-ornamen super unik. Bakminya maknyus, laris hingga kalangan selebritis. Simak penuturan Mbah Gito membangun warung bakmi legendaris ini!”

Bakmi Jowo Mbah Gito, Warung Bakmi Bekas Kandang Sapi

bakmi tradisional Mbah Gito Kuliner Yogyakarta