Perlukah Batita Sekolah? Jangan Abaikan Kondisi si Kecil ya Moms!

Tak bisa dipungkiri, ibu muda kekinian, banyak yang berlomba-lomba memasukkan anaknya yang masih berusia di bawah tiga tahun ke preschool. Mungkin ada sejuta alasan kenapa mereka menyekolahkan anaknya di usianya yang masih sangat dini.

Alasan yang paling banyak diungkapkan ibu muda adalah agar anak bersosialisasi dengan banyak teman. Alasan ini cukup masuk akal, mengingat di rumah, kemampuan sosialisasi anak terbatas pada orangtua dan keluarga saja.

Alasan lainnya agar lebih merangsang perkembangan motorik dan emosinya. Alasan ini juga tepat mengingat banyak program menarik yang ditawarkan sekolah yang menunjang perkembangan batita. Batita akan lebih berani bergerak, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Namun masalahnya benarkah batita sudah perlu sekolah? Apakah menyekolahkan si batita adalah demi kebaikan si kecil, atau hanya obsesi orang tua semata?

Jujur ya moms, sebagian orang tua menyekolahkan batita hanya karena gengsi kan? Apalagi dengan menyekolahkan si kecil di preschool mahal dengan fasilitas lengkap. Otomatis gengsi sebagai orangtua pun akan terangkat. Tapi tentu ini tidak adil untuk si kecil bukan? Perhatikan apakah si kecil merasa nyaman dengan aktivitas barunya? 

Intensitasnya pun perlu diperhatikan. Lebih baik, aktivitas sekolah tidak terlalu sering dalam seminggu. Hal ini penting agar anak tidak bosan dan menolak sekolah justru pada saat ia memasuki usia wajib sekolah.

Sebenarnya kegiatan-kegiatan untuk si batita bisa dilakukan di rumah loh!. Jika orang tua bisa mengajarkan si batita berbagai hal untuk melatih perkembangan motorik, emosi, dan sosialnya, ia tidak perlu bersekolah di usia yang sangat muda.

Momies bisa mengajarkan si kecil mengenal angka, huruf atau warna dan benda-benda. Tentu saja, ajarkan anak dengan cara yang menyenangkan, misalnya sambil bermain. Untuk mengasah kepekaannya terhadap lingkungan, ajak si kecil bermain di taman kompleks setiap sore. Biasanya disana akan ada banyak anak kecil seusia untuk teman bermain dan bersosialisasi.

Tapi tentu saja hal itu akan menajdi kendala bagi orangtua yang sibuk. Sehingga menyekolahkan anak di preschool menjadi salah satu jalan keluar.

Bimbingan orang tua

So moms, ga usah bingung-bingung ya. Semua tergantung kebijakan Anda selalu orangtua batita. Yang perlu momies ingat,  bersekolah atau tidak di preschool, bimbingan orangtua sangatlah penting. Karena pada usia batita, anak sedang mengembangkan kemampuan basic trust yang seharusnya dipenuhi orang tuanya. Itulah sebabnya, peran orang tua dalam mendampingi si kecil sangat penting, termasuk  ketika anak berada di lingkungan sekolah.

Untuk beberapa anak, adaptasi di lingkungan yang baru terkadang terasa sulit. Di sanalah bimbingan Anda diperlukan sampai si kecil sudah bisa ditinggal di kelasnya sendiri.

Meski banyak manfaatnya, namun jangan abaikan efek dan reaksi si kecil ya? Jika ia menikmati sekolahnya, Anda bisa melanjutkan. Namun jika ia tampak stres dan menolak pergi ke sekolah, mungkin Anda harus tinjau lagi keinginan Anda menyekolahkan si batita. 

Program kurikulum

Jika memang momies merasa perlu menyekolahkan si kecil, hal utama yang harus diperhatikan adalah dengan mengetahui kurikulum yang diterapkan di sekolah tersebut. Preschool yang baik akan menawarkan program yang membiarkan anak-anak menggunakan sebagian besar waktunya untuk bermain. Anak-anak akan diajak mengerjakan material pembelajaran dan bersosialisasi dengan anak lain serta mencoba bermacam-macam aktivitas yang menyenangkan.

Selain itu, pastikan sekolah yang dipilih akan menanamkan nilai-nilai yang Anda terapkan untuk si kecil. Mulai dari nilai agama atau etika. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan gambaran apakah preschool tersebut memiliki tujuan yang sama dengan dengan Anda.

Tenaga pengajar

Baik atau tidaknya kualitas preschool yang akan dipilih bisa dilihat lewat tenaga pengajarnya. Guru preschool harus sayang dan memperhatikan anak-anak secara mendetail. Guru juga harus menyadari jika murid memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda sehingga mereka tidak bisa mempelajari hal yang sama dalam waktu yang sama dan dengan cara yang sama. Pastikan juga jumlah guru memadai. Guru dan staff preschool juga sebaiknya orang-orang yang tidak pelit untuk memberikan segala informasi. Karena biar bagaimana pun mereka merupakan partner dalam proses pendidikan anak-anak.

Lokasi dan biaya

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan faktor lokasi dan biaya. Akan lebih baik jika lokasi yang dipilih tidak terlalu berjauhan dengan rumah. Hal ini tentu  dapat meminimalisir kelelahan si kecil karena stres di jalan akibat kemacetan. Jika anak-anak masuk sekolah dengan kondisi lelah hal ini  menyebabkan anak sulit konsentrasi. Kondisi seperti itu juga dapat membuat kondisi emosi cenderung negatif.

Sedangkan untuk biaya harus tetap mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga. Jika biaya hanya memberatkan, hal ini tentu tidak baik. Biaya yang besar dengan penawaran fasilitas yang menggoda, toh, tidak menjanjikan program kurikulum yang berkualitas.

So moms, semua harus dipikirkan dengan bijak. Yang utama, jangan abaikan kondisi si kecil ya! Jika si batita tampak enggan pergi ke sekolah, jangan memaksanya. Biarkan anak istirahat dulu dari kegiatan sekolahnya. Bagaimanapun sekolah di usia ini bukanlah kegiatan pendidikan yang wajib diikuti oleh batita. [Tri]

astaga wanita wanita karir mom parenting ibu orangtua balita sekolah