Mengenang Masa Jaya Bersama

Para musisi legendaris, berhimpun dalam gelaran acara Silaturahmi Musisi Indonesia 60 & 70 legend community.

Para musisi legendaris, berhimpun dalam gelaran acara Silaturahmi Musisi Indonesia 60 & 70 legend community, bertema bersama untuk berbagi-love unites us, minggu lalu.  

Pentolan pemain band yang masih garang terdengar macam Ian Antono, Jerry Tobing, Tanto Bharata, dan musisi pop era dulu, Bob Tutupoli, Grace Simon, Aida Mustafa, dan Dian Pisesa, bergantian tampil menyemarakan suasana.

Meski tidak lagi muda, buratan masa kejayaan mereka, hampir tidak lekang dimakan waktu. Usai tampil, mereka saling memuji dan mengenang rekan musisi seperjuangan. Mulai dari grogi saat tampil, hingga lancar beraksi gitar, merekam jejak-jejak kepopulerannya di masa lalu.

Meski telah berumur, Jerry Tobing tetap fasih memainkan drum, gitar, atau keyboard, memancing kekaguman rekan-rekan sesama seniman. Lalu meluncurlah kenangan yang pernah tergores bersama. Lebih semarak, manakala pengusaha Benny Suherman, juga hadir membuka rahasia, bahwa sesungguhnya ia pernah berkeinginan mengusung band terkenal. Sayangnya, ketika sepanggung dengan Bharata, Benny dan rekan pun, urung menjadi musisi lantaran kalah pamor dengan Tanto Cs.

Suara khas Bob Tutupoly makin menghangatkan suasana. Sang opa yang legend dengan lagu Widuri nya, masih memukai rekan sejawat dan semua yang hadir memenuhi ruang Ballroom Theater Jakarta. Dian Pisesa yang melekat dengan lagu fenomenalnya, Tak Ingin Sendiri, memberi makna pada pertemuan kali itu. Grace Simon pun, tak kalah lincah. Tampil dengan kostum merah menawan, biduanita yang terkenal dengan tembang lawas Air Mata ini, energik bergoyang ditemani kelompok Flashback Band.

Waktu pun berputar sebagaimana adanya. Tapi masa keemasan, tetap terkenang dan masih tersimpan di benak para legend. Musisi muda pun, terpesona dengan kehebatan para senior yang tetap eksis beraksi di panggung. Duo MC terkenal pun, Helmy Yahya dan Sys NS, sempat tercengang menyaksikan kebolehan pendahulunya.

Penampilan si kembar Fauzi dan Fauzan pun, turut melengkapi suasana lawas namun tetap asyik di dengar. Tak kalah, pasangan kembar lainnya. Mario-Marco, putra alm. Edy Silitonga, juga menggemakan suasana lewat lagu Mama yang pernah hits dibawakan ayah tercinta.

Inilah forum kenangan yang sungguh hangat, seolah menjukan pada blantika musik tanah air, para para legen era 60 & 70 masih tetap eksis dan bergema dalam balutan kejayaannya. Masa emas yang dilalui dengan komitmen, kerja keras, inovasi, serta kecintaan membesarkan musik Indonesia. (Maria dan Tri)

musisi 70-an legend comunity urban/community