Mengapa Wanita Bertahan dengan Pasangannya yang Selingkuh?

Mengapa masih banyak saja wanita yang bertahan dengan pasangannya yang berselingkuh? Padahal berkali-kali ia dikhianati?

Tak dapat dipungkiri, perselingkuhan memang menjadi racun paling dahsyat dalam sebuah pernikahan. Mengapa? Karena komitmen yang sudah disepakati bersama ternyata dilanggar salah satu pihak hanya demi kesenangan sementara.

Perselingkuhan juga akan berpengaruh buruk pada fisik, mental, dan psikis mereka yang dikhianati. Namun, mengapa masih banyak saja pihak yang bertahan dengan pasangannya yang berselingkuh? Kasus ini banyak dialami oleh para wanita. Wanita memilih bertahan dengan berbagai alasan. Kira-kira apa alasannya? Coba simak yang berikut:

Keyakinan cinta mengalahkan segalanya

Cinta memang buta. Cinta lah yang membuat seseorang bertahan dalam kondisi apapun. Baik dalam keadaan senang maupun sakit. Tak heran jika banyak wanita yang memilih bertahan dengan pasangannya meski telah dikhianati, bahkan berkali-kali. Cinta pula yang akhirnya membuat seorang wanita memaafkan pengkhianatan yang dilakukan oleh pasangannya.

Wanita tidak mau gagal dalam cinta

Siapa yang ingin mengalami kegagalan? Tidak seorangpun..! Termasuk dalam percintaan. Khusus bagi wanita, mereka tidak mau gagal dalam soal asmara. Karena itu semua akan dilakukan untuk mempertahankan jalinan cintanya, meskipun terasa sangat menyakitkan.

Tapi psikolog Janne Lomasky punya pendapat bahwa kegagalan akan jadi peluang Anda untuk  belajar. "Jika Anda tidak pernah gagal dalam hal apa pun, maka Anda tidak akan pernah belajar," ujar Lomasky.

Takut keluar dari zona nyaman

Wanita yang sudah menjalin hubungan dengan seseorang, sudah menginvestasikan waktu, pikiran, dan hatinya. Ia pun sudah merasa nyaman dengan kehadiran si pria dalam hidupnya. Maka itu untuk melepaskan pria itu dari hidupnya, sama saja menyuruhnya keluar dari zona nyaman. Sebagian wanita merasa sulit mencari pengganti baru ketika putus hubungan. Istilah jaman sekarang nya adalah "susah move on". Meskipun dikhianati, wanita memilih bertahan karena tetap merasa nyaman dengan pasangannya, dan merasa tak mudah mencari pengganti.

Menyalahkan diri sendiri

Ketika mengetahui sudah dikhianati, wanita cenderung menyalahkan dirinya sendiri. Ia akan mulai berpikir, "Mungkin saya kurang menarik." Atau "Mungkin saya kurang perhatian". Masalahnya, alasan macam ini kerap jadi pembenaran bertahan dengan si peselingkuh. Dikatakan oleh Lomasky, sebaiknya anda jujur dengan diri sendiri. "Alasan adalah cara termudah untuk menghindar dari kenyataan," ujarnya.

Kepercayaan diri rendah

Sebagian wanita bertahan dengan pasangannya yang selingkuh karena merasa tidak percaya diri jika harus berpisah. Mereka kawatir sulit menemukan pengganti. Sehingga memilih bertahan dengan kondisi apapun.

Ayah dari anak-anaknya

Ini mungkin jadi alasan paling kuat dari seorang wanita yang enggan melepaskan pasangannya yang selingkuh. Banyak wanita yang berpikir bahwa anak-anak tetap membutuhkan figur orangtua yang lengkap, sekalipun orangtuanya bermasalah. Padahal anak yang kerap menyaksikan pertengkaran orangtuanya justru akan terganggu perkembangan psikologisnya.

Bagaimana? Apakah anda termasuk yang bertahan dengan pasangan anda, meskipun telah dikhianati? Semua keputusan memang berada di tangan anda

Tentu sebagai wanita dewasa, anda telah paham segala resiko dan konsekuensinya. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita wanita wanita karir varia intim