Kaum Milenial Lebih Pentingkan Liburan

Hangout telah menjadi bagian gaya hidup kaum milenial, sementara memiliki aset berupa rumah justru tidak jadi pilihan utama

Ilustrasi: Freeimages.com

Apakah ladies pernah memperhatikan, kalau kaum milineal lebih banyak hangout di cafe-cafe atau melakukan banyak perjalanan alias travelling. Wajar sih, mereka harus mengikuti gaya hidup yang belakangan terkesan sangatlah konsumtif. 

Coba saja lihat bila ada pameran perjalanan, setidaknya anak-anak muda berkerumun mencari tiket murah. Dan tahukah ladies, hasil survei Realty Mogul menunjukkan bahwa 47% responden usia 18-34 tahun lebih memilih berlibur daripada membeli rumah. Dan hanya 26% responden usia 45 tahun ke atas menjawab hal yang sama. Wow!

Menurut CEO dan co-founder Blueboard Taylor Smith, generasi muda beranggapan membeli dan memiliki rumah bukanlah hal penting. Termasuk mobil mewah, TV atau jam tangan baru.

"Mereka lebih suka menyewa skuter berkeliling di Vietnam, pergi ke festival musik atau naik gunung di berbagai belahan dunia," ungkap Taylor seperti dilansir CNBC. 

Uniknya, uang kaum milenial ini justru lebih banyak dipakai membeli kopi Starbucks. Ini disinyalir kalua generasi muda banyak yang menderita sindrom Fear of Missing Off (FOMO), kekhawatiran akan tidak diterima dan takut ditinggal bila tidak mengunggah sesuatu yang baru di media sosial.

Walaupun melakukan perjalanan alias traveling memberikan banyak manfaat positif, termasuk menjadi orang yang lebih terbuka, produktif dan bahagia tapi membeli rumah juga bisa menjadi asset untuk masa depan bukan?

Bagaimana menurut ladies, pilih bersenang-senang atau berinvestasi memiliki asset berupa sebuah rumah?

Traveling Asset Liburan Milenial