Ini Dia 10 Mitos Parenting yang Salah Kaprah!

Sebagai ibu, tentu Anda selalu ingin mengasuh si kecil dengan cara terbaik dan ideal. Tapi, tak bisa dipungkiri, banyak mitos parenting yang kadang malah membingungkan.

So, moms harus bersikap bijak dalam mempercayai sebuah mitos pengasuhan anak. Karena pada dasarnya mitos itu adalah sesuatu yang dipercaya sejak dulu namun belum jelas kebenarannya.

Nah, apa saja ya mitos parenting itu? Simak 10 mitos berikut ini:

Mitos 1: Orangtua tidak boleh “menyogok” anak dengan hadiah

Mitos parenting yang satu ini pasti udah sering moms dengar: Tidak boleh “menyogok” si kecil dengan iming-iming hadiah. Tapi, mitos parenting ini tak sepenuhnya benar! Sama seperti orang dewasa, anak kecil juga membuuhkan semangat dan motivasi untuk melakukan sesuatu. Kalau dilakukan sesekali tentu tidak masalah, sekedar membangkitkan semangatnya untuk melakukan hal yang lebih baik. Misalnya menjanjikan sepatu baru jika si kecil juara kelas. Tentu ini adalah hal yang wajar. Tapi tentu saja moms juga jangan terlalu sering menjanjikan hadiah karena akan membuat mereka mengharapkan pamrih.

Mitos 2: Makanan manis membuat anak hiperaktif

Anak-anak tak boleh makan permen karena bisa membuat anak hiperaktif! Pernah mendengar mitos parenting ini kan? Walaupun mitos ini sangat dipercaya orang tua jaman sekarang, mitos ini sebenarnya tak memiliki bukti yang akurat.

Sebaliknya, anak-anak maupun orang dewasa membutuhkan kandungan gula yang cukup sebagai sumber energi setiap hari. Jadi, jangan takut untuk memberikan mereka permen, coklat ataupun es krim yang mereka sukai, asalkan dikonsumsi dalam batas wajar dan diimbangi dengan makanan bergizi lain seperti sayur dan buah yang mengandung serat tinggi.

Mitos 3: Mengajarkan disiplin secara ketat, baik untuk si kecil

Mengajarkan kedisiplinan sejak dini memang baik, tapi jangan membuat batasan yang terlalu ketat. Terlalu banyak larangan,  nggak boleh ini dan itu, justru akan membuat si kecil merasa tertekan dan tidak bahagia lho. Ingat ya moms, masa kecil adalah masa yang paling indah bagi anak-anak. Biarkan mereka mengeksplorasi dunianya. Yang penting sebagai orangtua, jangan lupa membimbing dan mengawasinya.

Mitos 4: Anak dilarang bernegosiasi, karena orang tua jadi terlihat lemah

Banyak moms and dads yang percaya mitos parenting bahwa orangtua tidak boleh bernegosiasi dengan anak karena bisa terlihat lemah atau tidak punya otoritas. Akibatnya, si kecil bisa bersikap semena-mena dan egois.

Nah, ini adalah salah satu mitos yang harus dihindari! Kalau moms bernegosiasi dengan anak, itu akan membuat si kecil merasa dihargai dan didengarkan. Bukan berarti Anda harus mengabulkan semua permintaannya, tapi cobalah berbicara dua arah sehingga Anda bisa memahami kemauan dan kebutuhan si kecil untuk mencari solusi yang menyenangkan kedua belah pihak.

Mitos 5: Beri perlakuan yang sama pada semua anak

Kalau moms memiliki dua atau tiga anak, pasti moms berusaha untuk memberikan perlakuan yang sama untuk mereka. Apalagi kalau mereka kembar! Sebisa mungkin mereka tidur di kamar yang sama, sekolah di tempat yang sama, dan bahkan pakai baju yang sama ke mana-mana.

Sebetulnya tak ada yang salah dengan hal itu, tapi bisa menjadi bumerang bagi Anda sebagai orangtua. Ingat moms,  anak-anak terlahir dengan kepribadian, minat, bakat, dan hobi yang berbeda-beda. Ada yang suka musik, olahraga, melukis, atau membaca buku. Lebih dari itu, mereka juga perlu diperlakukan secara berbeda. Ada anak kecil yang penurut dan lembut, tapi ada juga yang sangat ekspresif dan keras kepala. Karena itulah, moms harus pintar mengenali karakter mereka dan memberikan perlakuan yang pas! Kalau tidak, si kecil bisa merasa tak nyaman dan selalu merasa kalah dengan saudaranya.

Mitos 6: Orangtua yang baik adalah mereka yang menyukai permainan anak-anaknya

Untuk menyenangkan anak, kadang Anda  berpura-pura menyukai apa yang disukai anak-anak. Misalnya  menggunakan kostum spiderman yang begitu disukai anak. Tidak perlu berusaha keras menjadi apa yang anak inginkan, bahkan dengan berpura-pura mencintai apa yang sebenarnya Anda tidak sukai.

Ketika Anda merasa permainan kostum spiderman tidak cocok untuk Anda dan  membuat Anda kerepotan karena harus membagi waktu dengan kegiatan rumah tangga lain, Anda bisa melewatkannya. Tidak perlu merasa bersalah.

Sebagai orangtua yang baik dalam rangka mengabiskan waktu berkualitas untuk anak, Anda bisa mencari atau mengusulkan permainan yang lain yang disukai bersama-sama. Dengan begitu anak-anak akan suka dan Anda pun akan dengan senang hati melakukannya. Yang terpenting dari permainan tersebut adalah waktu yang berkualitas yang Anda habiskan bersama anak.

Mitos 7: Orangtua harus sempurna untuk anak-anaknya

Terlepas dari mana datangnya mitos ini, yang jelas hal ini tentu saja keliru. Tidak ada orangtua yang sempurna, yang ada hanyalah orangtua yang berusaha semampu dan semaksimal mungkin  untuk menjadi yang terbaik bagi anak-anaknya. Selain itu, meskipun memiliki gelar orangtua, tetap saja kita semua adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Jadi, tidak ada orangtua yang sempurna, hanya saja sebisa mungkin berusahalah menjadi orangtua terbaik bagi anak-anak Anda.

Mitos 8: Jangan menggendong anak jika dia menangis

Banyak orangtua sangat percaya mitos ini dan merasa anak tidak akan belajar kuat jika dimanjakan. Padahal, orang tua perlu menenangkan anak yang menangis. Agar si anak bisa tenang, beritahu anak dengan kasih saying, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, yang baik dan yang buruk. Caranya, salah satunya bisa dengan menggendong atau memangkunya, kemudian memberikan penjelasan. Ingat sentuhan fisik pada anak akan membuatnya lebih nyaman dan dekat secara emosional dengan Anda.

Mitos 9:  Kebutuhan anak di atas kepentingan orang tua

Bagi sebuah keluarga, kebutuhan anak-anak tentu saja menjadi prioritas. Orang tua wajib memperhatikan dan memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. Namun bukan berarti kebutuhan orangtua tidak penting. Orangtua juga harus memperhatikan kebutuhannya sendiri justru agar bisa memenuhi kebutuhan anak.

Misalnya, bukan cuma anak yang butuh asupan gizi yang baik, para ibu juga harus makan makanan bergizi agar kuat mengurus anak-anak. Orangtua juga butuh berlibur agar tidak jenuh dan stress. Bahkan sebagian besar ibu membutuhkan 'me time' sekedar untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya yang lelah. Setuju kan moms?

Mitos 10: Anak yang kedua orangtuanya bekerja lebih mandiri?

Selama ini sebagian orangtua beranggapan bahwa anak yang kedua orangtuanya bekerja cenderung lebih mandiri. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Tapi jangan lupa, naluri anak-anak adalah selalu ingin berada di dekat orangtua, terutama ibunya. Bahkan sebagian anak yang ibunya bekerja merasa kesepian dan tertekan. Maka berpikirlah bijak, jika anak sangat membutuhkan kehadiran Anda sebagai ibunya, maka ada baiknya Anda memilih pekerjaan yang lebih fleksibel yang bisa dikerjakan di rumah. Jika terpaksa bekerja office hour 8 to 5, sisihkan selalu waktu untuk si kecil, agar ia tak merasa terabaikan. Pilih juga pengasuh yang tepat yang benar-benar bisa dipercaya.

Moms, itu dia 10
mitos parenting yang perlu diluruskan! Tapi, terlepas dari berbagai mitos itu, tentu Anda sebagai seorang ibu adalah orang yang paling mengerti kebutuhan dan kepribadian si kecil. Sehingga Anda dapat memilih pengasuhan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda dan si Kecil. [Tri]

astaga wanita tips parenting mitos