Ini Dia 10 Cara Menghukum Anak yang Tepat dan Mendidik!

Kehadiran buah hati adalah anugrah terindah bagi setiap orangtua. Karena itu curahan kasih sayang akan diberikan pada anak tanpa batas.

freepik

Namun, karakter anak yang nakal tak jarang membuatnya melakukan berbagai kesalahan, hingga membuat orangtua emosi. Untuk mengatasinya, orangtua terkadang  menghukum buah hatinya agar jera, dan berharap dia tidak berani lagi mengulangi kesalahannya.
  
Tapi hati-hati ya moms, menghukum anak memang bisa  membuat anak kapok, namun hukuman yang tidak tepat justru akan membuat perilaku anak semakin menjadi-jadi.

Apalagi jika hukuman yang diberikan kepada anak dalam bentuk kekerasan fisik, hal ini bukan mengubah sikap dan perilaku anak tetapi justru akan memunculkan kebencian dalam diri anak terhadap orangtua.

So, bagaimana sebaiknya dalam memberi hukuman pada  anak agar anak menjadi lebih baik? Simak 10 cara berikut moms !

1. Biarkan anak mengetahui kesalahannya

Salah satu cara yang bijak dalam memberi hukuman kepada anak adalah terlebih dahulu menjelaskan kepada anak tentang alasan kenapa dia dihukum. Tujuannya agar anak  mengetahui kesalahan yang diperbuatnya.

Dengan memahami apa yang menjadi kesalahannya, maka hukuman yang diberikan kepada anak tersebut akan membuatnya belajar dari pengalaman dan  berusaha tidak mengulangi lagi perilakunya yang buruk.

2. Dengarkan penjelasan anak

Ketika anak melakukan kesalahan, sebagian orangtua langsung saja memberi hukuman tanpa mau mendengar alasan apapun yang dikatakan oleh anaknya.

Padahal mendengarkan alasan anak terlebih dahulu merupakan hal yang sangat penting, agar orangtua  tidak salah menghukum. Yakinlah moms,  setiap perilaku atau kesalahan yang dilakukan anak selalu disertai oleh alasan-alasan tertentu. Dengarkan alasan mereka dan hargai itu.

3. Hukuman sebaiknya bernilai positif

Bagaimana bentuk hukuman yang  mendidik? Banyak bentuk hukuman yang mendidik yang bisa merangsang anak untuk bersikap lebih baik. Misalnya saja seorang anak yang begitu nakal, bandel dan susah diatur, bentuk hukuman yang bisa diberikan seperti pengurangan uang jajan. Sifat anak-anak yang suka jajan, akan menuntun insting anak untuk tidak nakal, agar bisa mendapat uang jajan seperti sebelumnya.

Bisa juga anak diberi hukuman seperti menghafal perkalian, membersihkan sendiri tempat tidurnya, menyapu halaman rumah dan beberapa hukuman lainnya yang  membuat anak menemukan nilai-nilai positif dari hukuman yang dijalani.

4. Tegas bukan berarti keras

Dalam mendidik anak sebaiknya berlaku lemah lembut namun tetap tegas dan sangat disarankan untuk meminimalisir tindakan progresif atau keras terhadap anak.

Tegas adalah suatu tindakan yang dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat, dan tetap menghargai perasaan anak. Sedangkan keras adalah tindakan yang lebih menuruti emosi, tanpa mempertimbangkan dampak yang bisa ditimbulkan dari sebuah perbuatan.

5. Jangan memberi hukuman saat emosi

Emosi dan kemarahan yang meledak serta kesabaran yang tidak bisa lagi ditahan membuat orangtua langsung memberi hukuman kepada anaknya tanpa berpikir panjang. Hati-hati loh moms,  hukuman yang diberikan kepada anak saat dalam kondisi marah dan emosi, bukan saja berdampak buruk pada psikologi anak tetapi akan berdampak buruk pada diri Anda sendiri.

Jadi kendalikan dulu amarah dan sikap emosi sebelum menghukum anak.  Ketika suasana hati sudah lebih tenang maka Anda bisa memberi hukuman pada anak. Tapi yakinkan pada anak, hukuman yang Anda berikan tersebut adalah sebagai bentuk cinta dari orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi lebih baik lagi.

6. Melarang anak melakukan aktivitas yang paling dia sukai

Membatasi anak untuk melakukan hal yang dia sukai juga bisa menjadi alternatif hukuman yang mendidik.  Misalnya membatasi bermain game atau bermain bersama teman-temannya.

Berikan anak Anda waktu untuk menyendiri dan merenungi kesalahannya agar anak bisa mengistrospeksi sikap dan perilakunya. Namun tetap dampingi anak agar efek hukuman yang diberikan lebih bernilai positif.

7. Harus proporsional

Berikan hukuman yang proporsional, tidak berlebihan. Jangan sampai kesalahan kecil yang dia lakukan namun hukuman yang Anda berikan sangat berat. Atau sebaliknya kesalahannya sangat fatal namun hukuman yang Anda berikan sangat mudah dan ringan.

Tingkat kesesuaian hukuman dengan kesalahan yang dilakukan sangatlah penting. Sesuaikan juga hukuman yang diberikan dengan tingkat usia anak agar hukuman yang diberikan benar-benar efektif dan tepat sasaran.

8. Jangan mempermalukan anak

Bentuk hukuman seperti apa yang dapat mempermalukan anak? salah satu contohnya adalah memberi hukuman kepada anak dihadapan teman-temannya atau ditempat umum.

Memberi hukuman yang bisa mempermalukan anak akan sangat berpengaruh pada psikologis anak. Anak akan merasa malu karena dihukum didepan teman-temannya. Selain itu anak akan merasa minder dan trauma. Jika ingin memberi hukuman sebaiknya pilihlah tempat  dan waktu yang tepat.

9. Jelaskan dengan penuh cinta

Cara menghukum anak yang benar dan mendidik adalah dengan menjelaskan kepada anak tentang alasan kenapa dia dihukum. Cobalah untuk menjelaskannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dengan mengetahui bahwa sejatinya hukuman yang diberikan bertujuan agar anak  menjadi pribadi yang lebih baik,  justru akan menumbuhkan rasa cinta anak  kepada orang tuanya.

10. Selain menghukum, berikan juga penghargaan

Jika anak telah menjalani hukuman dan dapat mengambil hikmah dari hukuman itu, berikan apresiasi padanya. Jangan ragu untuk memuji komitmennya dalam menjalani hukuman. Penghargaan dan pujian pada anak yang diberikan secara tepat membuat anak tidak kehilangan semangat.

Selain itu, jika Anda rutin memberikan pujian yang cocok, dia akan lebih mudah menerima kritik sehingga dia bisa terus berusaha. Dan, hasil yang dia dapatkan akan membuat anak dan Anda puas.

Bagaimana moms? Ga bingung lagi kan jika memberi hukuman pada si buah hati? Ingat ya moms, sikap dan pengasuhan orangtua terhadap anak akan berdampak besar dalam membentuk karakter, harga diri dan kebiasaan seorang anak.

Maka, tanamkan selalu nilai-nilai positif dalam kehidupannya. Hukuman yang Anda berikan secara tepat atas kesalahan anak, akan membentuk karakter yang disiplin, tanggung jawab dan ksatria. Hal ini akan membuat  anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih  bermartabat. [Tri]

astaga pendidikan tips cara mendidik anak hukuman