Hidup Damai Bersama Mertua

Sudah menjadi rahasia umum jika mantu perempuan sulit hidup akur dengan mertua perempuan. Ibu dari suami anda biasanya masih merasa berhak mengatur kehidupan anak lelakinya, sekalipun sudah berumah tangga.

Sudah menjadi rahasia umum jika mantu perempuan sulit hidup akur dengan mertua perempuan. Ibu dari suami anda biasanya masih merasa berhak mengatur kehidupan anak lelakinya, sekalipun sudah berumah tangga.

Hal tersebut akan semakin sulit, saat anda terpaksa harus hidup satu atap dengan mertua. Jika tak bisa mengelola emosi, konflik dan masalah kerap tak bisa dihindari.

Namun meski terdengar sulit, hidup damai dengan mertua bukanlah hal yang mustahil, jika semuanya dipersiapkan dengan baik. Ini dia tipsnya:

# Membuat batasan

Sebelum memutuskan untuk menikah, bicarakan dengan pasangan tentang aturan-aturan di rumah. Misalnya bagaimana pengaturan pembayaran listrik dan sampah. Katakan anda tak keberatan membayar jika sudah menjadi kesepakatan. Katakan juga anda ingin kamar anda tak diusik oleh mertua kecuali atas ijin anda berdua.

# Buat privasi

Hal terpenting bagi pasangan suami istri, terutama pengantin baru adalah privasi. Ini satu-satunya cara agar pasangan memiliki keintiman untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik. 

Meski lebih sulit memiliki privaci jika tinggal dengan mertua, ada hal-hal yang bisa diusahakan. Tetapkan waktu satu hari dalam seminggu untuk berduaan dengan suami. Anda bisa pergi menginap di hotel atau makan malam berdua.

# Jangan ikut campur masalah keluarga mertua

Jika suami anda terlibat keributan dengan orangtuanya, yang dalam hal ini sudah menjadi mertua anda, jangan ikut campur. Jangan coba-coba masuk ke dalam masalah mereka jika tidak diminta. Kecuali jika mertua atau suami meminta pendapat anda tentang masalah mereka, ungkapkan pendapat anda seobyektif mungkin.

# Tegaskan bahwa anda juga tak ingin diusik

Selain anda jangan ikut campur dalam masalah keluarga mertua, anda pun berhak untuk mengatasi masalah anda pribadi dan suami, tanpa ikut campur mertua. Kecuali jika masalah anda dan suami sudah tak bisa diselesaikan berdua, anda bisa saja meminta bantuan mereka.

# Saling menjaga perasaan

Hati-hati bicara. Jangan membicarakan hal yang tidak perlu yang dapat menyebabkan keributan. Intinya selalu berhati-hati dalam bicara dan bertindak. Ingat, meskipun mertua adalah pengganti orangtua, pada kenyataannya mereka tetaplah tetap punya sisi sensitif terhadap menantunya.

Intinya dengan komunikasi dan sikap yang selalu terjaga, anda dan mertua dapat hidup berdampingan dan harmonis, sampai tiba waktunya anda dan suami pindah ke rumah pribadi. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita hubungan ibu mertua rumah tangga