Hal Penting yang Harus Diperhatikan Generasi Milenial

Di era kemerdekaan dengan berbagai kecanggihan teknologi ini, generasi muda populer dengan sebutan generasi milenial.

72 tahun sudah kita mengecap dan menikmati manisnya kemerdekaan. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengisi era kemerdekaan, terutama dalam karir. Generasi muda masa kini pun lebih mudah menentukan masa depan dan cita-citanya. Di era kemerdekaan dengan berbagai kecanggihan teknologi ini, generasi muda populer dengan sebutan generasi milenial.

Apakah generasi milenial itu? Generasi milenial adalah mereka yang berusia sekitar 15 hingga 35 tahun, tumbuh di era ‘banjir’ informasi dan teknologi yang mempengaruhi cara mereka berpikir dan berinteraksi. 

Perbedaan pendapat dan perspektif antar generasi adalah sesuatu yang lazim. Namun, sayangnya di dunia kerja, generasi milenial terkesan kurang beretika. Banyak yang bersikap acuh tak acuh, cuek dan kurang peduli lingkungan.

Mereka perlu beradaptasi dan belajar bagaimana bekerja dengan atasan dari generasi berbeda yang memiliki pola pikir, cara komunikasi, dan ekspektasi yang berbeda pula.

Nah bagi anda generasi muda atau milenial, coba perhatikan tata krama di dunia kerja. Hal ini penting bagi anda untuk menapaki jenjang karir yang lebih tinggi.

Komunikasi dua arah

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan internet, mudah sekali mendapatkan segala informasi. Seluruh informasi di dunia bisa anda akses hanya dengan satu sentuhan. Manfaatkan kelebihan ini dengan aktif berpartisipasi saat meeting. Utarakan ide atau pendapat berdasarkan referensi yang anda peroleh dari internet.

Ingat, ketika anda menyampaikan ide atau pendapat, persiapkan argumen dan pernyataan yang logis dan bisa anda pertanggung jawabkan.

Di sisi lain, anda juga harus tahu kapan saatnya untuk diam dan mendengarkan input dan kritik konstruktif yang diberikan atasan atau kolega anda. Tidak ada salahnya juga jika anda aktif meminta instruksi atau menanyakan tentang kinerja anda.

Tata krama komunikasi tertulis

Sehari-hari, anda mungkin terbiasa dengan komunikasi yang bersifat lebih santai dan tidak terikat aturan bahasa yang baku. Popularitas emoji sedikit banyak juga merubah dinamika komunikasi tertulis, yang mana simbol dan gambar menggantikan kata-kata sebagai pelengkap informasi.

Untuk interaksi sosial di luar kerja, silahkan saja anda menulis penuh singkatan dan menggunakan emoticon. Tapi untuk korespondensi profesional berupa email kantor atau laporan proyek, selalu gunakan gaya bahasa formal dengan memperhatikan pengejaan dan tanda baca yang baik dan benar. Satu lagi selalu hindari emoticon untuk komunikasi bersifat profesional.

Busana yang tepat

Budaya kerja dan aturan berbusana di kantor anda mungkin cenderung kasual, tapi bukan berarti anda bisa seenaknya mengenakan celana pendek atau sendal jepit ke kantor. Amati bagaimana atasan dan karyawan senior berpakaian dan jadikan pedoman berbusana anda. Berbusana rapih dan sopan jauh lebih baik.

Tanggung jawab

Tanggung jawab sangat luas cakupannya. Salah satu aspeknya adalah bertanggung jawab dalam manajemen waktu, yang berarti ketepatan waktu dalam segala hal, baik masuk kantor hingga tenggang waktu menyelesaikan tugas.

Perjalanan karier butuh proses

Tidak ada kesuksesan tanpa proses. Sebuah keberhasilan harus melalui proses yang bahkan bisa memakan waktu lama. Pengetahuan dan pengalaman yang anda peroleh selama bekerja di sebuah perusahaan akan membuat persiapan anda melangkah ke titik selanjutnya semakin matang.

Berhati-hatilah sebelum anda membuat keputusan untuk pindah kerja jika baru bekerja beberapa bulan karena tidak sedikit perusahaan yang kurang sreg dengan kandidat yang terkenal sebagai ‘kutu loncat’.

Tata krama dasar

Etika dan sopan santun adalah hal mutlak dalam hubungan apapun, apalagi di dunia kerja. Karena kepribadian anda dinilai dari kemampuan anda bersikap, menghormati dan menghargai orang lain. Selalu ucapkan “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf” jika diperlukan. Percayalah, anda tidak akan pernah rugi jika selalu menunjukkan rasa hormat dan bersikap sopan.

Jaman boleh saja berganti, teknologi semakin maju dan canggih, pola pikir generasi muda pun semakin modern. Tapi anda tak boleh melupakan tata krama, kepatutan, dan etika dalam kehidupan. Karena sesungguhnya hal itu lah modal yang selalu dibutuhkan untuk sukses. [Editor: Tri Meinarni]

generasi urban teknologi