10 Penyebab dan Solusi Masalah Dalam Rumah Tangga

Rumah tangga yang harmonis bukan berarti tanpa konflik dan masalah. Justru berbagai masalah dan konflik akan menjadi pembuktian kedewasaan suatu hubungan.

Karena sejatinya setiap masalah harus dihadapi dan dicari jalan keluarnya, bukan dihindari.

Untuk itu, pasangan suami istri perlu mengetahui masalah-masalah yang sering terjadi dalam rumah tangga, berikut cara menyelesaikannya.

Berikut ini 10 masalah yang umum terjadi dalam rumah tangga, dan solusinya:

1. Keuangan

Keuangan memang menjadi permasalahan yang pelik ketika dua orang bersatu dalam ikatan pernikahan. Biasanya masalah keuangan ini terjadi bila suami berpenghasilan kecil dan tidak mencukupi kebutuhan hidup dalam rumah tangga, sehingga istri menjadi seringkali emosi dan tidak patuh pada suami.

Solusi:

Untuk mengatasi masalah ini harus di atasi secara bijaksana oleh suami dan istri. Bicarakan baik-baik dan cari solusi bersama. Misalnya saja istri membantu mencari nafkah untuk menambah pemasukan dalam rumah tangga. Selain itu penting untuk bersikap hemat dan menggunakan uang berdasarkan prioritas kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan.

2. Ketidakhadiran anak

Kehadiran anak memang selalu ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri. Dan masalah akan terjadi setelah bertahun-tahun menikah, kehadiran anak tidak kunjung datang. Hal inilah yang menyebabkan konflik rumah tangga. Biasanya suami istri akan saling menyalahkan dan merasa paling benar.

Solusi:

Untuk mengatasi masalah ketidakhadiran anak, pasangan suami istri harus bersikap bijak.  Cobalah bersama-sama memeriksakan diri ke dokter kandungan. Cari tau apa penyebab ketidakhadiran si buah hati. Sehingga jika diketahui ada masalah kesehatan reproduksi bisa segera diberikan terapi. Tetapi jika tak ada masalah kesehatan, mungkin pasangan suami istri hanya perlu bersabar. Sambil menunggu, mungkin pasutri bisa melakukan second honeymoon sebagai upaya menghadirkan momongan.

3. Perselingkuhan

Perselingkuhan seringkali terjadi dalam hubungan suami istri. Dan hal ini yang paling banyak menyebabkan terjadinya perceraian. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah hubungan ranjang yang tidak terpuaskan, keuangan dan sebagainya.

Solusi:

Harus ada keterbukaan antara pihak suami dan istri, menceritakan alasan mengapa berselingkuh dan mencari solusinya. Apabila kasus perselingkuhan ini sulit diatasi, mungkin Anda perlu melibatkan pihak lain misalnya orangtua dan keluarga. Jangan buru-buru memutuskan bercerai, jika masih ada jalan damai, lebih baik sama-sama memperbaiki diri dan saling memaafkan.

4. Kehidupan seksual

Soal seks memang menjadi hal penting bagi pasangan suami istri. Jika salah satu pihak tidak terpenuhi kepuasan seksnya, bisa memicu pertengkaran bahkan perselingkuhan.

Solusi:

Diperlukan keterbukaan antara suami dan istri. Ceritakan keadaan yang sebenarnya. Hal ini untuk mengurangi kecurigaan dan fikiran buruk. Apabila gairah seksual suami/istri Anda menurun, bisa dicari jalan keluarnya. Misalnya dengan menginap di hotel atau di kota, seperti bulan madu kedua. Tapi jika upaya ini tidak membuahkan hasil, mungkin kalian perlu konsultasi kepada pakar seksologi.

5. Istri kurang trampil dalam mengurus rumah tangga

Masalah ini memang sering muncul pada awal pernikahan. Istri kurang trampil dalam mengurus rumah tangga seperti memasak, mencuci pakaian, menyetrika pakaian, dan membersihkan rumah. Hal ini kadang membuat suami merasa kecewa dan  kesal.

Solusi:

Untuk masalah ini apabila suami mempunyai kondisi keuangan yang lebih bisa diatasi dengan mempekerjakan pembantu rumah tangga. Tetapi apabila sebaliknya, harusnya suami memberikan pengertian kepada istri, sehingga bersemangat dalam menjalankan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Kalau perlu, suami ikut membantu mengerjakan urusan rumah tangga untuk meringankan beban istri.

6. Mertua ikut campur

Dalam rumah tangga ketika kehadiran orang tua atau mertua ikut campur masalah keluarga,  bisa menimbulkan masalah antara suami istri. Seperti mertua yang terlalu banyak komentar, terlalu banyak menegur dan sebagainya.

Solusi:

Untuk masalah ini diperlukan kedewasaan dan ketenangan dalam menghadapi mertua atau orang tua. Jangan mengekspresikan kemarahan langsung di depan mereka. Bicarakan baik-baik kalau Anda berdua perlu privasi dan bisa menyelesaikan masalah sendiri.

7. Komunikasi

Kesibukan masing-masing tak jarang menyebabkan komunikasi suami istri terhambat. Aktivitas yang berbeda mengakibatkan suami atau istri kekurangan waktu untuk berbincang, bercerita atau sekedar berbagai rasa. Akibatnya akan timbul salah paham yang memicu pertengkaran.

Solusi:

Quality time memang sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan komunikasi. Minimal seminggu sekali perlu berlibur bareng, makan diluar bareng atau sekedar olahraga bersama untuk tetap menjaga komunikasi di antara suami dan istri. Usahakan untuk sarapan pagi atau makan malam bersama. Jika tidak sempat, usahakan untuk menyediakan waktu untuk bersama di akhir pekan.

8. Perbedaan

Pernikahan sejatinya adalah menyatukan dua insan yang berbeda. Perbedaan itu mencakup banyak hal seperti latar belakang, sifat, karakter, kebiasaan dan juga kepribadian. Hal inilah yang menyebabkan sebuah rumah tangga menjadi lebih berwarna. Akan tetapi tak jarang juga perbedaan ini menyebabkan ketikakcocokan antara kedua insan manusia ini yang akhirnya menyebabkan masalah dalam rumah tangga.

Solusi:

Perbedaan ini memang akan selalu ada meskipun dengan usia pernikahan yang sudah sangat lama. Solusinya adalah dengan menghargai dan menyesuaikan diri dengan perbedaan yang ada. Kuncinya adalah dengan komunikasi yang baik antar suami istri.

9. Perbedaan pandangan

Memiliki pendapat yang berbeda itu wajar, hanya saja ketika ego sudah tidak dapat dikendalikan, menyebabkan kondisi atau suasana menjadi memanas dan tidak harmonis.

Solusi:

Hargailah perbedaan, perbedaan pendapat memang sering dijumpai dalam rumah tangga tetapi menyikapi dengan dewasa menjadi solusi yang terbaik untuk masalah ini.

10. Pendidikan

Perbedaan pendidikan antara suami istri tak jarang menjadi pemicu kesalahpahaman. Jika salah satu berpendidikan tinggi sedangkan pasangan sebaliknya, kadang menjadi masalah dalam komunikasi dan cara memandang suatu hal.

Solusi

Saling memahami dan memaklumi akan meminimalisir konflik. Bagi pasangan yang pendidikannya lebih rendah, mungkin bisa menambah wawasan dengan banyak membaca, mengikuti kursus dan lain-lain. Sedangkan bagi yang berpendidikan tinggi jangan merendahkan pasangannya, sebaliknya support dia untuk menambah ilmu pengetahuan di bidang apapun.

Nah moms, kira-kira apa penyebab konflik di rumah Anda? Tapi apapun masalahnya, intinya adalah keterbukaan. Bicarakan semua masalah baik-baik dan cari jalan keluarnya. Jangan biasakan memendam masalah yang hanya akan menjadi bom waktu. Pahami dan coba mengerti keinginan masing-masing. Percayalah, selalu ada solusi untuk setiap masalah jika kita selalu mengupayakannya. [Tri]

astaga 10 penyebab 10 solusi keluarga hubungan suami istri rumah tangga konflik