10 Kebiasaan Orangtua yang Berdampak Buruk Pada Perilaku Anak

Semua pasti setuju, bahwa orangtua adalah sumber referensi utama perilaku bagi anak. Karena itu jika ingin memiliki anak dengan perilaku yang baik maka berkacalah pada diri sendiri terlebih dulu.

Apakah Anda sebagai orangtua sudah membiasakan diri berperilaku baik?

Namun memang sebagian orangtua memiliki kebiasaan buruk yang berpengaruh buruk pula pada anak. Waspada ya moms, jangan sampai Anda termasuk di dalamnya.

Berikut adalah 10 kebiasaan orangtua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak.

1.  Emosional

Hindari kebiasaan emosional seperti marah, memaki dan membentak. Konon, sekali Anda membentak anak, akan ada jutaan sel otak anak yang rusak. Hal ini juga berlaku terhadap pasangan ya moms, jangan sesekali bertengkar dengan suami di depan anak. Jika ada hal yang kurang berkenan terhadap anak atau suami, bicarakan baik-baik.

2. Mengancam

Selalu mengancam anak jika ia tak menuruti perintah Anda, akan berpengaruh buruk pada perilakunya. Ia akan tumbuh menjadi anak yang tertekan, ketakutan dan kurang percaya diri. Komunikasikan dengan baik setiap Anda menginginkan sesuatu dari anak. Tatap wajahnya dengan lembut, perlihatkan ekspresi bahwa Anda mencintainya dan ingin dia menjadi anak yang lebih baik.

3. Memberi predikat buruk

Kebiasaan memberikan predikat yang buruk pada anak akan berdampak buruk pula pada psikologis anak. Anak  menjadi tidak percaya diri, minder merasa bodoh dan anak akan merasa benci pada dirinya sendiri. Misalnya dengan memberi predikat 'si pemalas', 'si bandel', dan predikat negatif lainnya. Lebih baik Anda ganti predikat tersebut dengan kata-kata positif seperti 'anak soleh' 'anak pintar' dan lain-lain.

Percayalah meski hanya sebuah 'embel-embel', tapi dapat mempengaruhi perilaku anak. So, berikan anak predikat yang baik ya moms.

4. Hanya bereaksi pada perilaku buruk anak

Biasanya jika anak berbuat salah orangtua langsung memarahi sedangkan pada saat dia berbuat kebaikan dianggap hal biasa dan tidak ada ucapan penghargaan kepada anak. Sikap yang lebih memperhatikan kesalahan anak bisa memicu anak untuk mengulangi kesalahan atau melakukan hal buruk yang lain. Mengapa demikian ? karena anak akan menganggap dengan melakukan kesalahan, orang tua lebih memperhatikan mereka.

5.  Berbohong

Apapun alasannya,berbohong bukanlah suatu hal yang baik,apalagi jika melakukannya di depan anak atau membohongi anak secara langsung. Kebiasaan berbohong membuat anak merasa bahwa berbohong adalah hal yang biasa dan boleh dilakukan.

6. Sering memegang gadget

Kebiasaan memegang gadget saat sedang bersama anak membuat anak merasa diabaikan. Sehingga anak pun tak mau ketinggalan bermain gadget. Akibatnya tak ada interaksi dan komunikasi yang sehat dengan si buah hati. Masing-masing seakan sibuk dengan 'dunianya'.

So, sebaiknya singkirkan gadget saat sedang bersama buah hati. Ciptakan komunikasi dan interaksi yang hangat dan akrab. Ajak dia bicara dan dengarkan celotehannya. Atau lakukan kegiatan bersama-sama. Misalnya memasak, berkebun atau mencuci mobil. Percayalah moms, interaksi dengan si kecil akan semakin mengakrabkan hubungan moms dan anak.

7. Membeda-bedakan gender

Jangan membuat prioritas untuk anak berdasarkan gender atau jenis kelamin. Misalnya anak laki harus didahulukan kepentingannya, sementara anak perempuan belakangan. Berlaku adil bagi anak laki dan perempuan penting bagi psikologisnya. Perbedaan perlakuan hanya boleh untuk hal-hal yang bersifat natural. Misalnya anak laki harus lebih kuat, tidak boleh cengeng. Sementara anak perempuan harus bersikap lembut.

8. Membandingkan dengan anak orang lain

Terkadang saat kecewa terhadap anak,  orangtua membandingkan anak dengan anak orang lain. Misalnya saat anak mendapat nilai buruk di sekolah, tanpa sadar terucap kata-kata "Kenapa kamu ga sepintar Rani..." atau "Kamu ga bisa ya seperti Rudi yang nurut dan manis".

Jika Anda sering membandingkan, anak akan merasa minder dan tak berharga. Sadarlah moms, setiap anak memiliki karakter dan kelebihan masing-masing. Lebih baik moms fokus pada sisi positifnya dan gali potensinya.

9. Pilih kasih

Orangtua yang memiliki beberapa anak, kadang memiliki satu anak kesayangan. Dan tanpa sadar, orangtua akan memperlakukan anak kesayangannya secara lebih istimewa. Hal ini akan menimbulkan kecemburuan pada anak lainnya. Bahkan bisa jadi akan menimbulkan pertengkaran pada anak-anak. So, perlakukan anak secara adil ya moms. Percayalah setiap anak akan mendatangkan kebahagiaan dan keberkahan sendiri. Lebih baik didik mereka semua dengan tulus dan penuh kasih sayang.

10. Tidak mau menerima perbedaan pendapat

Banyak orangtua yang egois, yang hanya ingin didengarkan dan dituruti pendapatnya oleh anak. Sementara saat anak mengeluarkan pendapat, orangtua tak mau tahu. Hal ini akan membuat anak merasa tak punya hak bicara. Akibatnya, dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak kreatif dan tak punya inisiatif.

Ingat ya moms, perbedaan pendapat itu hal yang wajar. Dengarkan pendapat dan aspirasi anak. Meskipun Anda tak setuju, coba hargailah pendapatnya. Dengan demikian anak akan merasa lebih percaya diri dan berani mengemukakan ide.

Nah gimana moms, apakah Anda termasuk orangtua yang memiliki kebiasaan buruk? Jika ya, perbaiki ya moms. Ingatlah, anak akan merasa nyaman jika hidup dalam pengasuhan orangtua yang penuh kasih sayang, saling menghormati dan menghargai sesama anggota keluarga. Sehingga anak-anak pun akan lebih cerdas secara emosional dan menjadi pribadi yang positif. [Tri]

astaga wanita wanita karir parenting orangtua anak kebiasaan