Tonggak Baru Hubungan Ekonomi Bilateral, Indonesia-Turki Resmi Luncurkan Perundingan CEPA

Tonggak Baru Hubungan Ekonomi Bilateral, Indonesia-Turki Resmi Luncurkan Perundingan CEPA Ankara. Seperti yang diungkap Direktur Perundingan Bilateral Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdaganagan RI, Ni Made Ayu Marthini.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita mendampingi Presiden RI, Joko Widodo pada acara One on One Business Meeting di Ankara, Turki

Tonggak Baru Hubungan Ekonomi Bilateral, Indonesia-Turki Resmi Luncurkan Perundingan CEPA Ankara. Seperti yang diungkap Direktur Perundingan Bilateral Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdaganagan RI, Ni Made Ayu Marthini,  Hubungan ekonomi Indonesia dan Turki telah berkembang menuju tahapan yang lebih dalam. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Pernyataan Bersama Peluncuran Perundingan PerjanjianKemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dengan Turki (Indonesia Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement/IT-CEPA).

Penandatanganan dilakukan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perekonomian Turki NihatZeybekci pada kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, keAnkara, Turki. "Agar para pelaku usaha dapat secepatnya mengambil manfaat dari peluncuran IT-CEPA maka perundingan perdagangan barang (Trade in GoodsAgreement) akan diprioritaskan selesai pada tahap pertama. Sementara perdagangan jasa dan investasi serta bidang lainnya baru akan dirundingkan pada tahapan berikutnya sesuai kesepakatan kedua negara,” ungkap Mendag Enggar.

Mendag Enggar menjelaskan bahwa Indonesia dan Turki sepakat untuk memperhatikan isu-isu sensitif keduanegara agar IT-CEPA dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keduanya. Enggar juga menekankan bahwa putaran pertama Perundingan IT-CEPA direncanakan dimulai pada bulan Oktober 2017 di Indonesia yang penyelenggaraannya diikuti dengan pelaksanaan Sidang Komisi Bersama (SKB) yang dipimpin oleh Mendag Enggar.

Gagasan pembentukan IT-CEPA sebelumnya telah dibahas di Sidang Komisi Bersama Indonesia-Turki ke-7 pada 2008 di Ankara, Turki. Berdasarkan pembahasan tersebut, disusunlah sebuah kajian bersama pada 2011 yang merekomendasikan dibentuknya CEPA. Selanjutnya pada kurun 2011-2012, hasil kajian bersama tersebut disosialisasikan guna menjaring masukan dan mendapatkan tanggapan dari para pemangku kepentingan di  Indonesia.

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa dalam delapan tahun terakhir Indonesia selalu menikmati surplus perdagangan dengan Turki. Pada 2016, surplus tersebut mencapai USD 712,9 jutabagi Indonesia, dengan ekspor sebesar USD 1 miliar dan impor sebesar USD 311juta. Namun, jumlah surplus pada 2016 relatif menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa kebijakan perdagangan Turkiyang kurang bersahabat bagi produk Indonesia, seperti tarif maupun bea tambahan untuk beberapa produk impor serta trade remedies. Selain itu, perjanjian perdagangan negara-negara pesaing Indonesia dengan Turki juga menyebabkan dayasaing ekspor Indonesia terganggu. “Diharapkan pembentukan IT-CEPA dapat mengatasi hambatan-hambatan perdagang dimaksud,” pungkas Mendag. (MLM)

keuangan bisnis ekonomi bilateral turki