Prospek Cerah Bisnis Makanan dan Minuman

Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong usaha makanan dan minuman.

Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong usaha makanan dan minuman. Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, industri makanan dan minuman nasional memang lebih memperluas ekspor, baik pasar tradisional maupun pasar baru, dalam upaya mendongkrak kinerjanya. Pemerintah pun, tetap mendampingi pertumbuhan bidang usaha ini. 

Lebih lanjut, Menperin mengatakan industri ini juga harus melakukan terobosan inovasi produk yang dihasilkan sehingga dapat diminati konsumen dalam negeri dan mancanegara. 

Berdasarkan data unit usaha yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), industri makanan memberikan kontribusi sebesar 25% atau seperempat dari jumlah unit usaha Industri Skala Besar dan Sedang Industri Manufaktur secara keseluruhan. Bahkan, untuk Skala industri Mikro dan Kecil, industri makanan sangat mendominasi dengan jumlah unit usaha mencapai lebih dari 1,5 juta dari total unit usaha IMK industri manufaktir secara keseluruhan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman optimis dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman yang kian merangkak naik. Menurutnya, penurunan daya belu masyarakat yang mempengaruhi pertumbuhan industri secara keseluruhan saat ini, adalah faktor psikologis kondisi terkini, karena banyak orang yang menunggu peraturan, seperti pajak progresif tanah, serta pengetatan pengawasan perpajakan setelah tax amnesty.

Banyak pelaku usaha yang menahan diri melakukan investasi dan ekspansi termasuk industri termasuk industri makanan dan minuman. Kendati begitu, Adhi yakin kenaikan upah minuman provinsi (UMP) akan mendorong daya beli masyarakat. (Editor: Maria L. Martens)

usaha peluang industri