Pendataan Usaha Lebih Lengkap untuk Memperkuat Perekonomian Bangsa

Sektor usaha yang ditopang daya saing tinggi akan menghasilkan produk yang kompetitif. Hal tersebut menjadi niscaya ketika semua pihak mau bekerja sama dan ambil bagian dalam setiap upaya pengembangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan in

Sebagai rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi 2016, Badan Pusat Statistik pada Agustus dan September 2017 menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2016 (SE-2016) Lanjutan, dengan kegiatan utama pendataan usaha mikro kevil (UMK) dan usaha menengah besar (UMB). Sebelumnya, pada 1-31 Mei 2016, SE-2016 adalah pendaftaran (listing) usaha dan perusahaan.

SE-2016 menghasilkan total 26,71 juta usaha/perusahaan non-pertanian yang terbagi ke dalam 15 lapangan usaha yang penggolongannya berdasarkan klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

Jumlah tersebut meningkatkan dari hasil Sensus Ekonomi 2006 (SE 2006) yang sebesar 22,7 juta usaha/perusahaan. Dijelaskan kemudian bahwa perekonomian Indonesia Tahun 2016 masih didominasi oleh UMK sebesar 98,33% dari total usaha/perusahaan SE 2016, sisanya UMB sebesar 1,67 %.

Keikutsrtaan semua pihak, khususnya pengusaha besar, dalam sensus tersebut diperlukan supaya data yang didapat benar-benar akurat. Dengan demikian, kebijakan ekonomi yang diambil pun bisa tepat sasaran dan mendatangkan kebaikan bagi semua orang, khususnya pelaku ekonomi.

Data yang tepat akan mampu membuat para pengambil kebijakan membuat aturan atau langkah yang tepat. Kurangnya data dan informasi tentu akan jadi kendala, misalnya dalam hal membangun infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi.

Di sisi lain, data hasil SE-2016 Lanjutan dapat membantu pemerintah untuk mengetahui profil dan karakteristik usaha, daya saing bisnis, permodalan, hingga prospek usaha. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir usaha ragam