Menyimak Social Entrepreneurship

Saat ini, tengah populer sebutan social entrepreneurship. Secara sederhana pengertian dari Social Entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial

Saat ini, tengah populer sebutan social entrepreneurship. Secara sederhana pengertian  dari Social Entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan dan kesehatan (healthcare)

Menurut Ryszard Praszkier & Andrzej Nowak dalam Social entrepreneurship,  berdasarkan definisi dan varietasnya, social entrepreneurship terbagi menjadi lima dimensi yaitu:

1)      Social Mission

Entrepreneur yang terbenuk karena misi sosial. Contohnya, di Pakistan seorang social entrepreneur bernama Arif Khan memanfaatkan keahlian kerajinan tangan para wanita Pakistan yang tinggal didaerah pegunungan dan berhasil menjual hasil produksi kerajinan tangan tradisional mereka ke pasar internasional.

 

2)      Social Innovation

Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah para pendiri organisasi-organisasi sosial kelas dunia yang berhasil menghimpun dana masyarakat untuk menjalankan tugas sosial yang mereka yakini. Contohnya, Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank sekaligus peraih Nobel Perdamaian pada 2006. Apa yang sudah ia lakukan adalah mengadopsi sistem perbankan yang sudah ada di negaranya, lalu mendirikan bank yang dikhususkan untuk masyarakat yang tidak mampu.

 

3)      Social Change

Entrepreneur yang terlibat langsung mengubah kehidupan masyarakatnya. Biasanya, social change entrepreneur muncul karena keprihatinan seseorang atau kelompok terhadap permasalahan sosial dilingkungannya. Misalnya, Munir Hasan dari Bangladesh yang mengubah pandangan masyarakat Bangladesh bahwa matematika itu adalah pelajaran yang menakutkan dengan cara mengadakan festival warna matematika (Mathematics Colorful Festival). Tujuannya adalah untuk mengubah sikap dan pandangan masyarakat bahwa matematika adalah pelajaran yang menyenangkan, bukan momok atau hantu yang harus ditakuti.

 

4)      Entrepreneurial Spirit

Peter F. Drucker (1985) mengatakan bahwa spirit entrepreneur adalah orang yang mencari perubahan serta merespons dan memanfaatkan kesempatan.

 

5)      Personality

Menurut Ashoka (Asosiasiglobal para wirausahawan sosial), kepribadian yang harus dimiliki seorang social entrepreneur yang pertama adalah mencari akar permasalahan sosial yang ada, mengidenfikasi tantangan-tantangannya, lalu mencari tahu celah kesempatan untuk melakukan perubahan sosial, membuat inovasi, dan bekerja secara totalitas untuk menciptakan perubahan. (Editor: Maria L.Martens)

astaga wanita entrepreneurship social