Mengenal Perusahaan Perorangan

Perusahaan perorangan merupakan jenis perusahaan yang paling sederhana untuk dijalankan oleh pengusaha yang baru melakukan start up menjadi seorang pengusaha.

Perusahaan perorangan merupakan jenis perusahaan yang paling sederhana untuk dijalankan oleh pengusaha yang baru melakukan start up menjadi seorang pengusaha. Perusahaan perorangan merupakan perusahaan yang paling mudah untuk didirikan, karena dapat didirikan hanya oleh satu orang saja. Perusahaan perorangan bukanlah perusahaan yang berbadan hukum, sehingga tidak ada ketentuan khusus atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai perusahaan perorangan ini. Hal ini menjadikan jenis perusahaan perorangan banyak diminati wirausahawan dalam memulai kegiatan usahanya, terutama untuk usaha dalam skala kecil.

Organ Perusahaan Perorangan

Perusahaan perorangan didirikan dan dimiliki oleh 1 (satu) orang saja. Hal ini berarti orang tersebut merupakan subjek hukum satu-satunya yang menjadi pengemban hak dan kewajiban dari perusahaan perorangan. Pemilik perusahaan perorangan tersebut juga merupakan satu-satunya yang behak untuk menikmati keuntungan dan berkewajiban untuk menanggung kerugian. Jika terjadi kerugian dalam perusahaan perorangan, pemilik perusahaan ini yang akan menanggung sendiri kerugian tersebut, termasuk harta kekayaan pribadi miliknya karena tidak ada pemisahan antara harta pribadi dengan harta milik perusahaan.

Permodalan

Setiap orang yang mendirikan perusahaan perorangan memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri jumlah modal minimum untuk perusahaannya. Tidak ada ketentuan yang mengatur mengenai jumlah modal minimum untuk perusahaan perorangan. Ketiadaan aturan modal minimum ini dapat memberikan fleksibilitas bagi wirausahawan untuk merintis atau memulai kegiatan usahanya , tentu dengan mempertimbangkan faktor-faktor biaya yang akan dikeluarkan.

Perhitungan modal usaha perusahaan perorangan pada umumnya tergolong usaha mikro, dengan modal maksimum yang dimiliki adalah sebesar Rp50.000.000 untuk operasional perushaan. Artinya, para calon pendiri yang belum memiliki rekan (partner), tetapi ingin mengembangkan potensi yang dimilikinya, sudah dapat memulai untuk mendirikan badan usaha berbentuk perusahaan perorangan dengan namanya sendiri.

Perpajakan Perusahaan

Perusahaan perorangan akan menggunakan nomor pokok wajib pajak (NPWP) dari pemilik perusahaan, tetapi tetap harus mendaftarkan diri pada Kantor Pajak Pratama (KPP) sesuai dengan tempat kegiatan usaha dari pemilik perusahaan sebagai wajib pajak orang pribadi yang menjalankan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. 

Pengenaan pajak pada perusahaan perorangan umumnya berupa PPh yang akan dikenakan menurut ketentuan, sebagai berikut:

a. PPh 21 dikenakan apabila perusahaan melakukan kegiatan usaha tertentu, dimana oleh penerima manfaat atas kegiatan usaha perusahaan akan dilakukan pemotongan PPh 21 sebesar nilai atau harga yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepadanya.

b. PPh 22. Orang pribadi dikenakan apabila perusahaan melakukan impor barang dengan nilai sebesar 7,5% dari nilai impor barang.

c. PPh 23. Orang pribadi dikenakan sebesar 2% dari jumlah bruto bilamana usaha yang dijalankan berupa jasa atau sebesar 15% dalam hal memperoleh hadiah dan penghargaan.

d. PPh 25. Orang pribadi yang dikenakan 0.75% dari nilai laba perusahaan.

e. PPh 29. Orang pribadi dalam hal ditemukan adanya pajak terhutang yang nilainya lebih besar dari PPh 25 yang dikenakan pada perusahaan.

f. Pengenaan PPh lainnya. Yang bersifat final disesuaikan dengan kegiatan usaha dari perusahaan.

Perlu digarisbawahi juga, para pelaku usaha memiliki kewajiban untuk mengetahui kebijakan-kebijakan pemerintah daerah setempat, sesuai dengan kedudukan badan usaha yang didirikan. Hal ini terkait dengan adanya pajak-pajak daerah dan/atau retribusi-retribusi daerah yang dipungut berdasarkan kebijakan pemerintah daerah setempat yang akan ditanggung oleh perusahaan, selain pajak-pajak PPh dan PPN. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita usaha bisnis modal