Mempertahankan Loyalitas Pelanggan, Ini Caranya !

Keberhasilan suatu produk yang bisa diterima konsumen di pasar, bisa dipengaruhi pula oleh loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan ini, sangat tergantung pada value dan solusi yang diberikan oleh produk.

freepik

Untuk memperoleh keberhasilan tersebut maka sebuah merek produk, harus menciptakan value bagi dirinya sendiri maupun pelanggannya. 

Fokus utama memang bagaimana membangun dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Jika tidak, konsumen bakal berpindah ke merek atau produk lainnya. Salah satu cara mempertahankan pelanggan agar 'tidak pindah ke lain hati'  adalah memberikan reward kepada pelanggan setia atau pelanggan tertentu yang dianggap memiliki loyalitas.

Dalam setiap program marketing komunikasi, susunlah agar pesan yang disampaikan melalui kegiatan-kegiatan promo, secara segmented dan terarah. Hal ini bertujuan agar membangun hubungan secara lebih baik dengan pelanggan.  Ini karena setiap nasabah mempunyai kebutuhan dan preferensi yang berbeda-beda.

Dalam proses segala usaha dan strategi tersebut, perusahaan harus memahami tiga tahapan yang ada dalam siklus loyalitas pelanggan. Perusahaan juga harus memahami pada tahapan mana strategi pemasaran mereka akan ditujukan. Karena berbeda tahapan, berbeda pula strategi, budgeting, danhal-hal yang harus dipertimbangkan.

Tahapan pertama adalah dengan berupaya mengakusisi pelanggan, agar mereka menaruh perhatian dan minat terhadap merek. Tahapan ini biasanya memerlukan dana paling besar dan planning strategy yang lebih sulit, terutama jika merek belum dikenal atau awarennes-nya belum bagus. Jika anggaran sebagian besar masih harus dialokasikan ke dalam tahapan ini, tentu saja perusahaan harus jauh lebih berhati-hati. Pada tahapini biasanya juga belum terjadi transaksi atau penjualan dalam jumlah besar.

Berikutnya, retensi pelanggan. Meretensi artinya mempertahankan pelanggan. Dengan dinamika pasar saat ini, mempertahankan pelanggan adalah hal yang sulit. Karena perusahaan kini dituntut untuk memberikan pelayanan dan experience maksimal. Pelanggan mempunyai lebih banyak kendali dan pilihan, karena produk dimana-mana relatif sama dan sulit dijadikan diferensiasi. Disinilah dibutuhkan kemampuan perusahaan yang bukan hanya bersifat menyenangkan saja, tapi juga harus mampu mengedukasi pelanggan sehingga mereka mempunyai semacam rasa selfaccomplishment karena bisa mencapai sesuatu atau sekadar mendapatkan ilmu lebih dalam memenuhi kebutuhannya.

Pamungkas, adalah merebut kembali pelanggan lama. Perusahaan yang pro aktif tetap akan berusaha untuk merebut kembali pelanggan lama mereka yang sudah berpindah. Tergantung situasinya, perusahaan juga harus jeli dan selektif dalam usaha merebut kembali para pelanggan lamanya. Ini karena bisa jadi effort yang dikeluarkan tidak sebanding dengan value atau keuntungan yang bisa didapat nanti. Biasanya semakin premium seorang pelanggan, akan semakin menguntungkan jika mampu direbut kembali. (Maria)

customer pelanggan bisnis usaha peluang usaha astaga wanita