Mari Pangestu, Tingkatkan Akses Pemasaran Elektronik

Di awal tahun 2017, para pengamat ekonomi memprediksi, ekonomi global bakal menghadapi tantangan berat. Diawali dengan rendahnya perdagangan Internasional, menunjukan ekonomi dunia memang sulit bergerak. Plus situasi dalam negeri, baik dari segi ekonomi d

Hal tersebut diamati pula oleh Ekonom sekaligus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2011-2014, Mari Elka Pangestu. Menurutnya saat ini, Indonesia membutuhkan kemampuan yang baik untuk mengatasi ketidakpastian situasi global.

Berbicara di Forum Seminar Internasional dalam sebuah kesempatan, mantan pejabat publik ini pun menambahkan, Indonesia harus mengambil manfaat sebesar-besarnya atas globalisasi yang terjadi. Kemunculan teknologi digital, misalnya, seharusnya dimanfaatkan untuk menambah akes pemasaran dan kredit dari layanan pinjam-meminjam berbasis teknologi informasi. Bukan hanya sekedar penyediaan kredit usaha bagi masyarakat atau pelaku usaha. Ia juga berharap Indonesia ikut mengambil peran di tengah perkembangan global saat ini.

Mari memang ekonom yang mumpuni. Ia mendapatkan  gelar MA dalam bidang Microeconomics, Macroeconomics, International Trade, Economic Development & Accounting dari Australian National University, Canberra (1980) dan Ph.D. bi dang International Trade, Finance & Monetary Economics dari Universitiy of California, Davis (1986).

Pada jabatan publik, ia pernah tercatat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Perdagangan KIB, dan Menneg Koperasi dan UKM Indonesia ad-interim. Ia juga pernah terlibat sebagai Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) serta DosenFakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Adapun penghargaan yang pernah diterimanya antara lain  Award dari Eisenhower Exchange Fellow, Individual National Program, Award dariUniversity of California Regents Fellowships, dan Award dari Australian National University Masters Scholarship. (Maria)

mari pangestu ekonomi astaga wanita Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif