Investasi dan Persaingan Usaha Jadi Isu di Perundingan Regional

Perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) putaran ke-19 telah berlangsung di Hyderabad, India, dengan menghadirkan hampir 700 orang delegasi dari 16 negara peserta.

freepik

Perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) putaran ke-19 telah berlangsung  di Hyderabad, India, dengan menghadirkan hampir 700 orang delegasi dari 16 negara peserta. Pertemuan regional ini telah memasuki tahapan penting untuk menentukan seberapa jauh perundingan substantif dapat diselesaikan pada 2017 ini, setelah mengalami perpanjangan target penyelesaian sebanyak dua kali, yakni tahun 2015 dan 2016.

Perundingan di Hyderabad antara lain menyepakati sejumlah elemen kunci yang ditargetkan selesai pada akhir 2017. Elemen kunci ini mencakup semua isu perundingan, mulai dari perundingan barang dan yang terkait dengan barang, jasa, investasi, HKI, persaingan usaha, dan e-commerce. 

Sementara, perundingan isu UKM dan kerja sama ekonomi dan teknik telah diselesaikan pada tahun lalu. Sesuai keputusan Menteri-Menteri Ekonomi ASEAN pada Maret 2017 lalu, perundingan di Hyderabad juga ditandai oleh perundingan putaran pertama Kelompok Kerja Belanja Pemerintah (government procurement/GP). 

Sesuai mandat, negara-negara ASEAN akan membatasi perundingan GP ini hanya pada aspek transparansi dan kerja sama, serta tidak akan dikaitkan dengan pembukaan akses pasar. Dalam perundingan RCEP putaran ke-19 ini, Indonesia sebagai Ketua Komite Perundingan kembali memainkan peran kunci untuk mencari terobosan pada isu perundingan yang cukup sulit. 

Misalnya di bidang barang, Indonesia berhasil mendapatkan dukungan ASEAN untuk mengusulkan draf modalitas perundingan final yang dapat menampung sensitivitas negara-negara ASEAN, namun tetap memperhatikan tingkat ambisi yang layak dari sudut pandang pelaku bisnis. Demikian pula di bidang jasa dan investasi, Indonesia menekankan perlunya keseimbangan antara ambisi dan ruang kebijakan, khususnya bagi negara berkembang. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita usaha peluang wanita karir investasi