Geliat Industri Makanan dan Minuman

Pabrikan makanan dan minuman olahan, terus menggenjot kenaikan investasninya pada semester lalu.

Pabrikan makanan dan minuman olahan, terus menggenjot kenaikan investasninya pada semester lalu. Ketua Umum Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, Adhi S. Lukman, mengungkapkan biasanya pertumbuhan investasi bergerak sesuai trend daya beli. Menurut Adhi, pada semester lalu. justru investasi di sektor makanan dan minuman naik saat daya beli turun. Artinya, investor percaya prospeknya masih positif.

Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat, realisasi investasi pada sektor makanan minuman mencapai Rp 37,3 trilyun pada semester pertama 2017. Nilai investasi tersebut naik 23,03% dibandingkan dengan capaian semester pertama tahun lalu senilai Rp 30,4 trilyun.

Penanaman modal pada sektor makanan dan minuman pada paruh pertama tahun ini mencakup investasi asing senilai US$1,18 miliar. Realisasi investasi asing tersebut naik 17% dibandingkan dengan semester pertama tahu lalu senilai US$ 988,63 juta.

Sektor industri makanan minuman menyedot investasi asing terbesar kelima pada semester pertama 2017 setelah sektor pertambangan (US$2,17 juta), logam dasar (US$1,96 juta), energi (US$ 1,69 juta), serta kimia dan farmasi (Us$1,28 juta).

Sementara itu, investasi domestik pada semester pertama 2017 senilai Rp 21,63 trilyun. Angka itu naik 30% dibandingkan dengan semester pertama 2016 senilai Rp 16,63 trilyun. Industri makanan minuman tercatat sebagai sektor penyumbang investasi domestik terbesar. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita makanan minuman industri pangan pabrik investasi peluang usaha