Bisnis Agen Perjalanan Umrah Diperketat

Agar kasus First Travel tidak dialami lagi oleh jamaah umrah yang lain, Kementerian Agama terus mematanglan aturan yang mengatur penyelenggaraan biro wisata haji atau umrah. Kemenag menargetkan aturan tersebut selesai akhir Tahun 2017.

Dalam aturan ini, yang cukup menarik perhatian adalah rencana Kementerian Agama membatasi biaya yang akan dikenakan ke jamaah. Namun pengenaan bukan di batas atas, namun lebih di batas bawah. Aturan batas bawah ini dilakukan agar, tidak ada lagi penipuan umrah dengan biaya murah.

Diharapkan dengan adanya batas bawah ini, penyelenggaraan umrah tidak mudah memberikan iming-iming dengan biaya murah, tapi berujung pada penipuan.

Direktur Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Muhajirin Yanis mengatakan, pihaknya terus mengkaji poin-poin aturan yang akan disusun. Dia mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada aturan biaya penyelenggaraan umrah khususnya perihal bayas bawah biaya umrah. Kemenag tidak akan mengatur berapa batas atas biaya umrah. Kajian harga batas bawah jika sudah disepakati, maka itu akan menjadi harga terendah yang menjadi referensi.

Lebih lanjut Muhajirin memaparkan, aturan harga ini nantinya masuk dalam standar pelayanan minimum yang harus diberikan penyelenggara umrah. Aturan standar pelayanan perlu dilakukan untuk menghindari pelayanan yang tidak pantas. Kemenag juga tengah mengkaji tentang pengaturan maksimal penundaan pemberangkatan umrah, termasuk terkait tentang sisitem pelayanan perizinan. 

Seperti diketahui, maraknya penipuan yang dilakukan penyelenggara ibadah umrah telah membuat Kemenag memperketat izin bagi perusahaan yang ingin memberangkatkan orang untuk umrah. Kemenag juga telah mencabut izin PT First Travel sebagai penyelenggara ibadah umrah karena gagak memberangkatkan jamaah ke Arab Saudi. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir usaha peluang umrah