Belajar dari Kasus Pailit Perusahaan PT Nyonya Meneer

Pengadilan Negeri Semarang mempailitkan perusahaan jamu legendaris PT Nyonya Meneer. Keputusan tersebut dijatuhkan karena perusahaan jamu yang berdiri hampir seabad lalu tak mampu membayar kewajiban ke kreditor.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menilai, pabrik Jamu Nyonya Meneer sulit untuk bertahan karena tergilas persaingan dengan adanya perubahan zaman. 

Era kini, diakuinya banyak perusahaan-perusahaan besar tidak sanggup menghadapi melawan perubahan yang terjadi. Dalam perspektif usaha, yang menjadi panduan eksistensi sebuah produk adalah Moving, Caring, dan Inovating.

Moving adalah kemampuan perusahaan untuk mengadaptasikan antara harapan konsumen terhadap suatu produk dan kemampuan untuk memenuhinya. Kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan konsumen yang akan menang dalam persaingan.

Dalam mewujudkan semua keiginan konsumen ini, agar berhasil baik, moving harus disertai dengan caring dan inovating. Yang dimaksud dengan caring adalah kepedulian kepada konsumen. Dalam tahap caring ini perusahaan berusaha memahami sebaik mungkin apa yang dibutuhkan konsumen.

Untuk mewujudkan keinginan konsumen tersebut, inovasi dalam bidang produk meliputi kelengkapan produk dan juga teknologi terbaru. Inovasi ini tentunya hanya akan berhasil dipasaran apabila proses caring berjalan bagus. Dengan adanya loyalitas ini persaingan usaha menjadi tidak begitu berat, tinggal bagaimana kita menjaga pelangan.

Seperti yang tengah dialami Pt Nyonya Meneer, telah terjadi perubahan atau kemajuan zaman yang menuntut manajemen perusahaan mengikuti derap langkah bisnis. Di industri jamu, perusahaan yang mampu berinovasi di era yang serba digital inilah, yang bisa mendulang untung besar. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita astaga usaha perusahaan nyonya meneer