Apa yang Dilakukan Miliarder Agar Sukses di Usia Muda?

Belakangan ini kesadaran anak muda untuk meraih kesuksesan di usia belia semakin meningkat.

https://www.karirpad.com/

Belakangan ini kesadaran anak muda untuk meraih kesuksesan di usia belia semakin meningkat.

Bahkan banyak remaja dan anak muda di dunia, berpikir untuk memiliki usaha sendiri. Bagi mereka, memiliki usaha sendiri dapat membuka kesempatan lebih besar  dibandingkan harus meniti karir di perusahan orang lain.

Survei yang dilakukan oleh Kauffman Foundation mengungkapkan, keputusan berbisnis yang diambil oleh remaja dan anak muda telah meningkat dari tadinya 19 persen menjadi 25 persen.

Mark Zuckerberg pelopor Facebook, Larry Page penemu Google, atau bahkan Evan Spiegel pendiri Snapchat merupakan contoh dari segelintir anak muda yang  meraih kesuksesan dan berhasil menjalankan perusahaan bernilai jutaan dolar Amerika Serikat (AS).

Tapi sesungguhnya apa yang mereka lakukan hingga sukses luar biasa di usia yang sangat muda? Dikutip dari laman Lifehacks.org,  berikut tips yang mungkin dapat menginspirasi anda:

# Jeli melihat kesempatan

Pengusaha muda yang  sukses banyak mendapat ide bisnis dari hal-hal sederhana yang mereka temui dalam keseharian. Berbagai masalah yang mereka alami, akhirnya mengantar mereka untuk membuat solusi baru atas permasalahan mereka.

Misalnya saja George Burgess, pendiri dari aplikasi belajar Gojimo. Ia memulai mengembangkan aplikasi buatannya karena ia tidak dapat menemukan aplikasi yang cocok untuk membantu para mahasiswa untuk belajar dengan lebih baik. Siapa sangka aplikasi buatannya itu membuatnya menjadi miliarder di usia muda. 

Kejeliannya melihat kesempatan dan membuat solusi bagi permasalahan yang ada adalah asset penting yang justru menjadikan mereka sukses di usia muda.

# Gunakan intuisi dan kerja sangat keras

Cara yang paling nyata dalam mencapai sukses adalah dengan bekerja keras dan cermat. Seorang pengusaha harus mampu membaca kesempatan yang ada dan menjadikan dirinya sebagai pemecah solusi dari setiap masalah.

Pendiri Facebook, Mark Zuckeberg mengungkapkan, "Anda harus mau  mengabdikan diri sebagai seorang pengusaha terhadap apa yang anda kerjakan, bahkan jika perlu harus mengorbankan satu dan lain hal". 

Itu artinya bekerja harus total dan serius, sampai terwujud apa yang direncanakan.

# Memanfaatkan orang-orang yang dapat membantu mencapai sukses

Tak ada seorang pun yang sukses tanpa bantuan orang lain. Para pengusaha muda tersebut mengerti betul akan hal ini. Mereka memanfaatkan pengaruh dari para orang sukses sebelumnya untuk membangun sebuah kredibilitas dalam berbisnis. Karena membangun jaringan dengan orang yang salah dapat berefek buruk pada usaha yang mereka miliki.

# Meminimalisasi biaya operasional

Para pengusaha tentu paham betul bahwa dalam membangun bisnis, dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Namun para pengusaha sukses malah memanfaatkan berbagai cara yang dapat membantu mereka untuk mengkoordinir beberapa jalur penjualan secara lebih efektif.

# Berani mengambil risiko

Kebanyakan pengusaha sukses cenderung  tidak terlalu banyak menganalisis keadaan. Mereka bergerak cepat dengan langsung bertindak terhadap apa yang terjadi dan berani mengambil risiko.

Bahkan sebagian berani memutuskan untuk berhenti menempuh pendidikan untuk total terjun ke bisnis. Contoh saja Michael Dunlop yang keluar dari sekolah setelah didakwa sbagai pengidap disleksia. Ia lalu menemukan IncomeDiary.com, sebuah situs yang membantu para pengusaha untuk mengembangkan website pribadinya yang akhirnya mendatangkan profit keuntungan jutaan dolar AS.

# Memanfaatkan hobi dan bakat 

Mike McDonald, seorang pria asal Kanada yang memiliki hobi berjudi, telah memulai untuk bermain poker sejak berusia 15 tahun. Ia merasa tertekan ketika orang tuanya memaksanya untuk bekerja.

Saran orangtuanya untuk mencari pekerjaan, justru tak digubrisnya. Ia malah mengembangkan hobi berjudi dan bakat bermain poker yang ia miliki sampai akhirnya berhasil menjadi miliarder ketika muda. Saat ini kekayaannya mencapai 5 juta dolar AS. 

Jadi agar tetap konsisten menjalankan usaha yang anda miliki, anda harus sepenuhnya mencintai apa yang anda kerjakan.

# Beradaptasi, berinovasi, dan buat pasar baru

Pengusaha sukses terus beradaptasi terhadap perkembangan zaman, berinovasi dan membuat pasarnya sendiri.

Hal ini dilakukan bukan hanya karena perkembangan zaman yang begitu cepat. Tuntutan konsumen yang berubah memerlukan inovasi terbaru yang akan dikeluarkan selanjutnya.

Dengan melakukan hal ini, anda nantinya akan mampu untuk membuat pasar baru yang dapat menawarkan konsumen solusi baru serta pengalaman yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

# Bersabar dan tetap fokus pada bisnis yang ada

Tak ada keberhasilan tanpa sebuah proses. Anda harus mengerti bagaimana sebuah bisnis harus tumbuh dan berkembang. Sayangnya, banyak pengusaha yang  mudah menyerah karena tidak sabar dengan kemajuan bisnis yang lamban. 

Padahal membangun usaha yang berkelanjutan memerlukan waktu yang tidak singkat. Bahkan tokoh sehebat Steve Jobs pun tidak langsung menciptakan Macintosh setelah ia menemukan Apple 8 tahun sebelumnya. Anda harus tetap focus dan bersabar agar dapat sukses.

# Investasikan kembali kekayaan

Banyak pengusaha sukses yang membuat variasi dan menginvestasikan kembali kekayaan yang mereka miliki. Hal ini untuk memastikan diri mereka agar tidak jatuh bangkrut.

Gary Martin, seorang pengusaha muda asal Irlandia mulai menjalankan klub malam miliknya di usia 15 tahun. Pada saat ia berusia 17 tahun, ia berpindah haluan ke bisnis manajemen properti.

Di usia 18 tahun, ia memiliki kekayaan bernilai 20 juta dollar. Hal ini merupakan contoh baik dimana anda mengerti pentingnya re-investasi dan diversifikasi kekayaan. Sayangnya, tidak semua pengusaha memahami fakta ini. 

Selanjutnya adalah jangan pernah puas dengan apa yang telah anda miliki. Terus belajar dan mengasah kemampuan. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus berkembang. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita karir sukses bisnis