Transaksi E-Commerce, Makin Berjaya

menikmati pertumbuhan yang menerus dan peluang bisnisnya masih besar. Sedangkan transaksi di pusat perbelanjaan macam mall, cenderung menurun.

Bisnis e-commerce, seperti Bukalapak sedang menikmati pertumbuhan yang menerus dan peluang bisnisnya masih besar. Sedangkan transaksi di pusat perbelanjaan macam mall, cenderung menurun.

Satu bulan transaksi di Bukalapak saat ini bisa mencapai Rp 1 triliun, dengan transaksi per hari rata-rata 150 ribu. Jumlah itu masih terus meningkat, sebagaimana jumlah pelapak Bukalapak yang saat ini sudah mencapai 1,7 juta.

Sementara itu, terkait dengan toko ritel di pusat perbelanjaan yang malah menurun, fenomena tersebut harus dilihat secara lebih mendalam dan cermat. Sebab, selain mungkin dipengaruhi daya beli, faktor lainnya yang juga tak boleh dikesampingkan terjadinya pergeseran tren berbelanja dari biasanya datang ke mal dan mulai beralih ke online.

 Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky berujar, "Itu harus dilihat secara holistik, misalnya yang sepi kan toko-toko saja, atau yang di mal dengan biaya sewa tinggi, dan sebagainya. Sementara itu, di online, modal kecil pun bisa dilakukan," ungkapnya. 

Dia pun menyampaikan kepraktisan toko online. Dengan perdagangan secara online, lanjut dia, orang yang berada di ujung Sabang, Aceh Darussalam bisa berjualan kopi langsung kepada pembeli yang berada di apartemen mewah di kota Jakarta. Padahal, lima tahun lalu, tidak ada perdagangan yang seperti itu. 

 Hal tersebut menunjukkan adanya dan sedang terjadi pergeseran perputaran ekonomi dengan perdagangan secara online, karena orang di mana pun sekarang bisa berjualan. Sedangkan produk yang paling banyak dicari di toko online pun sebenarnya merupakan produk yang bukan kebutuhan pokok. (Editor: Maria L. Martens)

bisnis e commerce