Pentingnya Membuat Tujuan Dalam Berinvestasi Reksadana

Agar investasi di produk reksadana terarah, sebelum membeli produk reksadana, baiknya Anda menentukan tujuan keuangan terlebih dahulu.

Hal ini tak lain agar produk yang Anda beli sesuai dengan target.  Meski begitu, tidak  menutup kemungkinan reksadana jadi ajang investasi saja, tanpa tujiuan keuangan yang spesifik. 

Jika demikian Anda harus repot mengikuti tren pasar dan memantau segala sentimennya untuk menentukan produk apa yang akan memberikan imbal hasil maksimal di tahun tersebut. Sebab, performa reksadana dapat berubah tergantung dari variabel ekonomi yang tengah terjadi di pasar.

Sekedar informasi, tahun lalu reksadana pendapatan tetap dan campuran memiliki imbal hasil tinggi karena ada kebijakan penurunan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia. Suku bunga, tingkat inflasi dan realisasi kebijakan pemerintah berpengaruh pada pasar termasuk reksadana.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2016, reksadana terlihat masih mampu memberikan imbal hasil yang tinggi kepada nasabah. Mengutip data dari PT Infovesta Utama, reksadana campuran menjadi pencetak rata-rata imbal hasil terbanyak sepanjang 2016 yaitu, 9,29%. Sementara reksadana pendapatan tetap memiliki imbal hasil rata-rata 8,02% dan reksadana saham 7,7%. Untuk reksadana pasar uang imbal hasil rata-rata tahun lalu hanya sekitar 4,63%. Tahun ini manager investasi masih tetap menjagokan reksadana saham. 

Rupanya Sentimen positif di pasar saham biasanya pada bulan April atau saat emiten melaporkan kinerja dan laporan keuangannya.  Otomatis kinerja reksadana saham akan ikut terdongkrak. Meski begitu, tahun lalu tak semua kinerja reksadana saham mengungguli kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).  Data mengungkapkan, dari 245 produk hanya 70 produk yang bisa. 

Maka, selain menentukan produk,  Anda juga harus piawai memilih perusahaan manager investasi (MI). Caranya, Anda perlu melihat kinerjanya tiga tahun terakhir. Tak harus unggul, tapi konsisten mendekati kinerja IHSG. Sebaiknya memilih produk yang secara historis konsisten mendekati indeks.

 Anda juga perlu mengenali profil risiko diri Anda sebelum menentukan produk reksadana. Profil risiko penting agar Anda siap dengan segala risiko yang akan Anda terima. Sebab, bagaimanapun tetap ada risiko yang membayangio dalam investasi reksadana ini. Misalnya, mengalami kerugian jika saham dan obligasi yang jadi aset dasar reksadana mengalami penurunan harga dan gagal bayar. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir redaksana investasi