Mengapa Harus Berinvestasi ?

Kita dapat mengurangi risiko secara otomatis dengan tidak bergantung pada satu investasi saja, seperti jika Anda memilih untuk berinvestasi dalam saham-saham individual.

Investasi merupakan kegiatan yang memanfaatkan waktu, uang atau tenaga dengan harapan mendapatkan keuntungan dan manfaat di masa depan. Inti investasi adalah  "membeli" suatu yang diharapkan bisa "dijual kembali" di masa yang akan datang dengan nilai yang lebih tinggi. Pemahaman keuangannya, membeli aset bisa berupa properti, emas, saham, dan lain-lain dengan prinsip bahwa aset tersebut bernilai dan berpotensi naik di masa depan.

Umumnya masyarakat lebih memilih tabungan atau deposito, daripada investasi saham atau reksadana. Padahal hasil dari kinerja konvensional tersebut (tabungan/deposito) tidak sebanding dengan kenaikan berbagai kebutuhan hidup di masa depan.

Di sisi lain, kebutuhan jangka panjang pun, di jaman modern ini menjadi hal prioritas. Misalnya, tempat tinggal berikut hunian impian untuk keluarga baru nanti. Biaya kuliah atau pernikahan bagi yang single. Belum lagi dana pensiun yang harus dipersiapkan ketika berusia 55 tahun ke atas. Katakanlah, dari masa ini, perlu dana hidup untuk 15 tahun mendatang. Cukupkah uang pensiun Anda untuk hidup nyaman di hari tua? Cara untuk mempersiapkan diri pada kebutuhan-kebutuhan di masa depan adalah dengan melakukan investasi. Salah satunya dengan ivestasi melalui reksadana

Reksa dana ibarat keranjang yang penuh dengan beragam investasi karena sebuah reksadana dapat diinvestasikan ke dalam lusinan bahkan ratusan saham dan/atau obligasi, yang disebut sebagai “unit penyertaan.” Kita dapat mengurangi risiko secara otomatis dengan tidak bergantung pada satu investasi saja, seperti jika Anda memilih untuk berinvestasi dalam saham-saham individual.

Misalnya, dengan membeli reksadana, katakanlah  di salah satu bank,  Anda dapat memulai investasi dengan Rp.50.000 saja.  Dan sebaiknya dilakukan pengawasan seberapa sering atau banyak uang yang ingin dinvestasikan.  Disarankan agar berinvestasi dalam jumlah yang kecil tapi dilakukan secara teratur.

Kinerja investasi rekasadana diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, sebuah badan pemerintahan Indonesia yang bertugas untuk mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan. 

Reksadana dapat dibeli di beberapa tempat, misalnya melalui bantuan Perencana Keuangan  perusahaan manajemen aset profesional.  Atau Melalui agen penjualan yang bersertifikasi (memiliki sertifikasi WAPERD/APERD dari OJK). Agen tersebut termasuk individu, beberapa bank, bahkan supermarket reksa dana online yang menawarkan bermacam reksa dana dari berbagai perusahaan manajer keuangan. (Editor: Maria L. Martens)

reksadana investasi