Membidik Kinerja Reksadana Pasar Uang

Di pekan terakhir ini, kinerja reksadana pasar uang, dinilai paling stabil dan banyak dipilih oleh institusi asuransi dan dana pensiun sebagai strategi untuk mengamankan sebagian asetnya.

Memang sejak dua tahun terakhir, kinerja dan dana kelolaan reksadana pasar uang tumbuh pesat. Hal ini dinilai pengamat, menciptakan kecenderungan institusi seperti asuransi dan dana pensiun banyak menaruh asetnya pada reksadana jenis ini. Selain itu, reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang tingkat risikonya paling konservatif.

Sebagai gambaran dibandingkan jenis lainnya, reksadana pasar uang hanya berinvestasi pada instrumen pasar uang atau surat berharga yang jatuh temponya di bawah 1 tahun dan memberikan bunga atau kupon seperti deposito dan obligasi. Berapakah ekspektasi tingkat return yang wajar untuk reksadana pasar uang ini?

Return adalah tingkat pengembalian yang diterima pada saat melakukaninvestasi. Sementara risk adalah tingkat risiko yang dialami investor. Bentuk risiko bisa berupa tingkat return yang diperoleh lebih rendah dari ekspektasi atau mengalami kerugian dari nilai pokok investasinya. Untuk itu, potensi tingkat pengembalian reksa dana pasar uang bisa diperkirakan dari tingkat bunga bank dan kupon obligasi jangka pendek yang berlaku.

Saat ini, dengan tingkat inflasi yang terkendali dan tingkat suku bunga yang terus menurun, sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja reksadana pasar uang. Sebab sebagian besar portofolio investasi ditempatkan pada deposito yang mengikuti suku bunga perbankan.

Manajer investasi juga bisa menempatkan dana pada obligasi jangka pendek yang umumnya memberikan tingkat bunga di atas deposito. Risiko dari obligasi jangka pendek ini adalah terkadang sulit di cari dan harganya bisa berfluktuasi. Dengan kombinasi antara obligasi jangka pendek dan deposito, bisa jadi reksa dana pasar uang yang dikelola bisa memberikan tingkat keuntungan yang di atas kisaran 5-6 persen.

Walaupun demikian, investor sebaiknya tetap menggunakan angka 5-6 persen sebagai acuan. Sebab harapan yang terlalu tinggi akan menyebabkan kekecewaan mendalam di masa mendatang apabila kinerjanya tidak sesuai harapan. Berbeda dengan reksa dana lain yang bisa mengalami kerugian karena harga fluktuasi harga, risiko inisangat-sangat minim di reksa dana pasar uang.

Apabila ada reksadana pasar uang yang membukukan kerugian dalam periode 1 tahun dan tidak ada penjelasan yang logis, ada baiknya investor segera mempertimbangkan reksa danalain. (Maria)

redaksana keuangan pasar uang astaga wanita peluang