Membandingkan Investasi yang Paling Menguntungkan

boleh dibilang deposito yang paling kecil imbal hasilnya diikuti obligasi, dan emas. Sedangkan imbal hasil yang paling tinggi adalah saham.

Dari berbagai pilihan investasi sebelumnya, tentu ada yang paling menguntungkan dalam arti memberikan imbal hasil yang paling tinggi. Secara umum boleh dibilang deposito yang paling kecil imbal hasilnya diikuti obligasi, dan emas. Sedangkan imbal hasil yang paling tinggi adalah saham.

Sebagai pembanding, investasi di properti, lokasi berbeda harga jualnya juga berbeda, sehingga tingkat keuntungannya juga berbeda. Tapi kalau deposito, tingkat bunganya di tiap bank hampir mirip.

Sebagai contoh, tahun 2014, bunga deposito rata-rata 5% per tahun, kupon obligasi ORI 8,5% per tahun. Biasanya memang bunga deposito selalu lebih rendah daripada tingkat inflasi, dan kupon obligasi lebih tinggi sedikit daripada inflasi. Lalu berapa tingkat imbal hasil emas dan saham? Bagaimana keuntungan berinvestasi emas bila dibandingkan dengan berinvestasi saham? Mana yang lebih menarik?

Untuk menjawabnya mari kita lihat saja faktanya, yaitu dari membandingkan harga emas dan saham dalam kurun waktu yang sama. Harga emas dan IHSG ( Indeks Harga Saham Gabungan) sepanjang tahun 1993 sampai 2017, harga emas meningkat 215,3%. Sementara itu, ternyata harga rata-rata saham meningkat 813,4%. Dari sini terlihat jelas bahwa investasi di sahan jauh lebih menguntungkan. Hampir empat kali lipat perbandingannya. Ini kalau melihat rata-rata saham secara keseluruhan. 

Bagaimana kalau kita bandingkan emas dengan salah satu saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Ambil contoh ASII (PT Astra International, perusahaan otomotif ternama). Sebagai catatan, harga saham ASII adalah harga setelah pemecahan harga saham (stock split). Ternyata ASII sepanjang tahun 1993-2017 harganya telah naik 6.174% (enam ribu searatus tujuh puluh empat f1993, dan dibeikan emas, nilai investasi Anda menjadi 215 juta di tahu 2017. Tetapi bila uang 100 juta itu dibelikan saham ASII, maka nilai investasinya meningkat menjadi 6,174 miliar.

Nah, sekarang tinggal Anda memutuskan, investasi mana yang paling menguntungkan. (Editor: Maria L. Martens)

invest reksadana