Makin Mapan, Investor pun Tenang

Prestasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut mendongkrak hasil reksadana saham. Bahkan, beberapa reksadana saham berhasil mencetak kinerja cemerlang dari IHSG, yang naik sekitar 10,06% pada semester satu lalu.

source : freepik

Produk reksadana saham yang memberikan return paling tinggi adalah Syailendra Mid Cap Alpha Fund. Imbal hasilnya mencapai 58,51%. Disusul reksadana DMI Dana Saham Syariah dan KAM Kapital Syariah di posisi kedua dan ketiga. Dua usaha tersebut memiliki dana pengelolaan dibawah Rp 500 miliar.

Di tengah beragamnya produk reksadana yang dicatat sekitar 1.157 produk per akhir November 2015, memilih produk yang baik tentu bukan perkara mudah. Dalam memilih reksadana, langkah pertama adalah memilih jenis produkyang sesuai dengan tujuan keuangan kita. Misalkan tujuan keuangan kita adalah pensiun yang dananya baru akan dipakai 10-20 tahun lagi, maka pilihannya adalah reksa dana saham. Namun, jika tujuannya adalah bersifat jangka pendek, seperti membayar biaya masuk sekolah anak 6 bulan lagi, maka jenis yang sesuai adalah reksa dana pasar uang.

Beberapa indikator juga dapat dijadikan acuan dalam menentukan reksadana terbaik. Misalnya, tingkat pengembalian yang secara konsisten di atas pembanding (benchmark),tingkat risiko yang sewajarnya dibandingkan tingkat return, jumlah Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan yang terus berkembang dari waktu ke waktu, serta besaran biaya yang sesuai dengan layanan yang diberikan.

Pengamat pasar modal Rudiyanto mengatakan jumlah unit penyertaan reksa dana terus meningkat selama tahun duatahun  ini.  Minat investasi di produk reksadana pun,dinilai masih baik. Hal ini lantaran  pengawasanyang dilakukan Pemerintah dalam bentuk kebijakan, turut mengontrol laju perekonomian tanah air. Selain itu, adanya referensi pengalaman serta edukasiyang dilakukan membuat sebagian investor masih melakukan investasi. Terlebih secara umum fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik.(MLM)

reksadana finance investasi astaga wanita usaha bisnis