Ingin Berinvestasi Reksadana, Pelajari Dulu Resikonya

Investasi Reksadana adalah salah satu jenis investasi dengan cara menitipkan dana Kita kepada perusahaan manager investasi untuk dikelola. Misalnya, melakukan pembelian unit reksadana sebanyak 1.000 unit dengan harga Rp 1.100 per unitnya.

Ketika harga sedang naik, katakana 1.600per unit, kemudian dijual 1.000 unit, maka keuntungan yang didapat adalah 500 per unit atau 500.000 untuk seluruh investasinya.

Meski terlihat mengungtungkan, investasiini juga memiliki resiko. Bagi para calon investor yang berencana menginvestasikan dananya melalui reksadana, kenali lebih dulu faktor-faktor resikonya.

Risiko Umum Pasar Modal

Setiap pembelian efekakan melibatkan beberapa unsur risiko pasar. Oleh karena itu, Reksa Dana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari: global, regional atau perkembangan ekonomi nasional; kebijakan pemerintahatau kondisi politik; development in regulatory framework, lawand legal issues; pergerakan suku bunga secara umum; sentimen investor yang luas, dan guncangan eksternal (misalnya: bencana alam , perang dan lain-lain)

Risiko Efek

Ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek. beberapa contohnya adalah Kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan atau pokok obligasi, danimplikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di downgrade.

 Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.

Risiko Inflasi

Risiko tingkat inflasi adalah risiko potensi kerugian daya beli investasi Anda karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.

Risiko Pembiayaan Pinjaman

Jika dana pembelian unit Reksadana didapat dari pinjaman, maka investor perlu memahami bahwa: Pinjaman meningkatkan kemungkinan baik untuk untung maupun rugi; Jika nilai investasi turun dibawah tingkat tertentu, investor mungkin diminta oleh lembaga keuangan untuk menambah agunan, atau mengurangi jumlah pinjaman ke level yang disyaratkan; Biaya pinjaman dapat bervariasi dariwaktu ke waktu tergantung pada fluktuasi suku bunga; Risiko menggunakan pinjaman harus di pertimbangkan secara berhati-hati karena mengandung risiko.

Risiko Ketidakpatuhan

Hal ini mengacu padarisiko terhadap Reksadana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena  ketidak-sesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dan Policy and Procedure internal dari Manajer Investasi.

 Risiko Manajer Investasi

Kinerja setiap Reksadana sangat bergantung antara lain pada, pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan teknik / proses investasi yang diterapkan oleh Manajer Investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja Reksadana sehingga akan merugikan investor. (Maria)

investasi layananan investasi Indonesia astaga wanita bisnis usaha reksadana