Belajar Menjadi Investor

Sebuah studi yang dikeluarkan salah satu Perbankan asing di dunia, menunjukan bahwa minat wanita untuk melakukan investasi dengan kemungkinan resiko, sangat rendah dibanding kaum pria.

freepik

S-Bank, si pembuat survey menyatakan bahwa keraguan wanita dipengaruhi kekhawatiran bakal gagal dalam investasi, misalnya reksadana, karena menghindari resiko tinggi, meski memiliki kemungkinan pengambilan yang lebih tinggi.

Berikut, beberapa panduan bagi para 'pemain pemula' yang ingin menjajal peruntungannya di investasi reksadana. Karena, bila ada kemungkinan mendapatkan income terbaik, maka tidak dicoba?

1. Memiliki Pengetahuan

Tidak sulit untuk menjadi investor yang sekedar label tetapi tidak benar-benar paham ilmu investasi. Tetapi untuk menjadi seorang investor yang sesungguhnya butuh proses yang panjang. Anda butuh waktu untuk mempelajari seluk beluk ilmu berinvestasi, karena itu jangan langsung mengharapkan keuntungan. Lebih baik mempersiapkan modal dasar dengan matang baru kemudian bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Jika Anda belum pernah membeli saham sama sekali, cobalah untuk menjadi seorang trader terlebih dahulu. Jika Anda berinvestasi untuk pertama kalinya pasti Anda segera menginginkan keuntungan. Secara psikologis Anda akan merasa tidak sabar jika harus menunggu 5 – 10 tahun untuk mendapatkan keuntungan investasi. Karena rasa tidak sabar akhirnya Anda akan menjual saham tersebut hanya dalam jangka waktu bulanan saja.

Dengan begitu Anda bisa merasakan keuntungan dalam jangka pendek terlebih dahulu, setelah itu mulai kembangkan investasi ke jangka panjang. Dalam pengalaman menjadi seorang trader Anda juga dapat mempelajari cara menganalisis. Bukan hanya menjadi seorang penjudi saham. Semua keputusan dalam bertransaksi saham harus didasarkan pada analisa. Pengetahuan analisa ini akan membantu meminimalisir kemungkinan kerugian yang tiba-tiba karena bertransaksi saham hanya dengan tebakan.

2.  Memiliki Modal

Tidak ada investor yang dapat mulai berinvestasi tanpa modal. Salah satu keuntungan berinvestasi saham dibandingkan dengan investasi properti adalah modalnya yang relatif kecil. Saat ini berinvestasi saham biayanya semakin murah. Anda dapat mulai berinvestasi saham dengan Rp 500.000 saja. Modal investasi tersebut bisa menggunakan uang sendiri maupun dengan utang.Tetapi seharusnya modal yang dikeluarkan bukan hanya digunakan untuk membeli saham saja.

Kebanyakan orang yang memiliki modal kecil memilih untuk mencoba-coba investasi saham kecil-kecilan tanpa memiliki pengetahuan apapun. Akibatnya kemungkinan merugi sangat besar. Daripada menjadi investor coba-coba seperti ini, lebih baik Anda mengeluarkan sedikit modal di awal untuk mempelajari ilmu investasi saham. ‘Modal’ tersebut dapat digunakan untuk membeli buku-buku tentang investasi atau mengikuti seminar dan pelatihan yang berkaitan. Anda juga bisa bertanya-tanya pada kerabat yang sebelumnya sudah berkecimpung dalam perdagangan saham. Ingat, modal bukan hanya dalam bentuk uang. Pengetahuan pun adalah modal yang mahal. 

3. Siap Secara Psikologis dan Memiliki Sikap yangTepat

Dalam profesi apapun salah satu kunci sukses yang harus dipertahankan adalah kedisiplinan. Dalam investasi saham, dibutuhkan kedisiplinan untuk tetap bertahan dalam zona memilih saham yang menguntungkan. Kedisiplinan akan membantu Anda menjaga ritme investasi yang sehat dan konsisten. Anda tidak bisa melupakan kedisplinan jika ingin menjadi seorang investor yang handal.

Kenyataan lain yang harus diterima dan dihadapi seorang investor adalah kondisi pasar tidak pernah datar. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat mengatakan dengan pasti kemana pasar akan bergerak. Jika pun ada, tidak dapat dikatakan 100% benar. Karena itu ada faktor ketidakpastian yang tinggi dalam investasi saham. Jika ingin menjadi seorang investor, Anda harus siap menghadapi kenyataan ini. Ketahuilah bahwa kemungkinan terburuk dapat terjadi.

Anda harus memahami bahwa pada suatu saat harga saham yang Anda miliki bisa mendadak jungkir balik dari harga tinggi ke harga yang sangat rendah atau sebaliknya. Perubahan yang ada di pasar fluktuatif bisasangat ekstrem. Jika tidak memiliki mental yang siap untuk menghadapi risiko tersebut, sebaiknya siapkan diri lebih matang terlebih dahulu sebelum memulai. Jika tidak Anda bisa merasa stres ketika menghadapi kondisi merugikan yang sangat ekstrem. Akibatnya Anda akan mengambil keputusan-keputusan yang tidak berdasarkan rasio tetapi berlandaskan emosi.

Setelah siap secara mental untuk menghadapi kenyataan pasar yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian, segeralah mulai hari ini. Tidak ada waktu yang lebih baik untuk mulai berinvestasi selain hari ini. Banyak orang yang terus berkata ingin berinvestasi dan akan segera melakukannya, tetapi nyatanya sampai hari ini tidak kunjung berinvestasi. Jangan pernah menunda untuk mulai berinvestasi karena kemungkinan besar ucapan itu hanya akan menjadi wacana belaka.

Nah, tidak seperti yang dikhawatirkan  bukan? Mulai sekarang, cobalah berinvestasi. Kalau peru cari teman terdekat untuk mendiskusikannya. Bagus lagi, bila sebelumnya telah memiliki pengetahuan berinvestasi. Sukses ! (Maria)

astaga wanita investor wanita karir usaha bisnis peluang keuangan