BEI Yogyakarta Akan Mendirikan Galeri Investasi Desa

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan dari 3,4 juta penduduk DIY, hanya 10% yang menjadi investor pasar modal.

Maka untuk memperkembangkan investasi ini, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta akan mendirikan galeri investasi di tingkat perdesaan untuk mendukung Program Desa Nabung Saham di daerah ini.

Galeri Investasi Desa akan menjadi sarana utama pendukung pelaksanaan Program Desa Nabung Saham. Di DIY Program Desa Nabung Saham akan dimulai di desa yang dinilai paling terpencil yakni Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza, sosialisasi dan edukasi terhadap warga desa telah dimulai dengan melibatkan perguruan tinggi di DIY yang masing-masing telah memiliki galeri investasi. Perguruan tinggi di Yogyakarta memang diarahkan untuk membuat KKN tematik di desa-desa. Sehingga bisa sekaligus sosialisasi.

Program Desa Nabung Saham, merupakan kerja sama Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Dengan membuka galeri investasi di desa, BEI berharap semakin banyak masyarakat perdesaan yang melek saham sehingga akan membantu menekan jumlah korban investasi bodong di perdesaan.

Dari program bersama BRI itu pula diharapkan akan banyak investor-investor pasar modal muncul dari perdesaan karena peluangnya yang sangat besar.

Irfan mengakui hingga saat ini masih sangat sedikit masyarakat perdesaan yang melek pasar modal. Sesuai data BEI DIY per Juli 2017, dari sebanyak 27.519 investor pasar modal, jumlah investor dari unsur masyarakat perdesaan hanya mencapai 3-5 persen masih jauh di bawah unsur kampus yang telah mencapai 30 persen. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir reksadana BEI Investasi yogyakarta