BEI Susun Peraturan Go Public UKM

PT Bursa Efek Indonesia tengah menyusun peraturan penawaran umum baru untuk usaha kecil dan menengah (UKM).

PT Bursa Efek Indonesia tengah menyusun peraturan penawaran umum baru untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Nantinya, BEI juga berharap banyak perusahaan sekuritas bersedia menjadi penjamin emisi (underwritter) bagi UKM. 

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan menuturkan, bursa berencana mendirikan papan khusus bagi UKM yang mencatatkan sahamnya di BEI melalui proses penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham.

Peraturan BEI itu akan menyusul peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil atau Emiten dengan Aset Skala Menengah.

Berdasarkan peraturan OJK, klasifikasi peraturan kecil adalah perusahaan dengan aset maksimal sebesar Rp 50 miliar. Perusahaan kelas tersebut dapat listing di BEI dengan standar akuntansi (SAK) entitas tanpa akuntabilitas publik (ETAP) atau lebih rendah dibandingkan dengan SAK umum. Perusahaan kecil juga bisa melakukan transisi good corporate governance (GCG) selama satu tahun.

Sementara perusahaan kelas menengah merupakan perusahaan dengan aset sebesar Rp 50-250 miliar.  Perusahaan tersebut mesti menggunakan SAK umum dengan transisi  GCG selama enam bulan.

Menurut Nicky, pada periode 2010-2016 sebenarnya telah ada sebanyak tiga perusahaan kecil yang melangsungkan IPO saham. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA), PT Skybee Tbk (SKYB) dan PT Golden Realtindo Tbk (GOLD).

Sementara itu, perusahaan kelas menengah yang melakukan IPO saham sepanjang 2010-2016 terdapat sebanyak 32 perusahaan.Nicky melanjutkan, BEI juga akan membuat beberapa peraturan untuk emiten UKM. Nantinya jumlah minimal investor saat IPO saham untuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah bisa menjadi sebanyak 300 investor.

Jumlah tersebut lebih kecil dari jumlah minimal investor di papan utama sebanyak 1.000 investor dan papan pengembangan sebanyak 500 investor. Perusahaan kecil dan menegah juga hanya diwajibkan menerbitkan minimal sebanyak 20% saham dari modal disetor tanpa menyebutkan jumlah lembar saham baru yang dilepas. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita saham investor keuangan