Ternyata Ini Benda Misteri Di Depan Rumah Warga Aceh

Tengah malam, Kapolresta Banda Aceh pecahkan misteri benda mencurigakan yang jatuh dari langit di depan rumah warga.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, memantau langsung evakuasi sebuah benda mencurigakan oleh Tim Penjinak Bom Gegana Polda Aceh.

TKP di Lorong HT Usman II, Jalan Kapai Kleng Gampong Doi Kecamatan Ule Kareng Banda Aceh. Kejadian berlangsung Sabtu (11-03-2017) dini hari.
Evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan ke kepolisian karena menduga benda tersebut mengandung bahan peledak.

Rosna (56), seorang warga mengatakan benda tersebut jatuh tepat di jalandepan rumahnya Jumat pagi sekira pukul 11.00 WIB.

Awalnya keberadaannya tidak dihiraukan warga. Namun menjelang malam, lampu yang terdapat pada benda tersebut terlihat menyala.

“Sebenarnya jatuhnya sudah sejak Jumat pagi. Awalnya kami tidak mencurigai itu bahan berbahaya seperti bom. Tapi sekitar pukul 22.00 WIB, lampu pada benda tersebut tampak menyala. Kami curiga ini benda berbahaya,” kata Rosna

Kecurigaan bertambah setelah melihat bagian benda yang terbungkus dalam styrofoam terdiri pipa air berukran 1 inchi sepanjang sekitar 15 cm, tali karung beras, sarung tangan sterilisasi, plat atau antena sepanjang 5 cm serta lampu led.

“Karena curiga, suami saya bersama Kepala Dusun langsung melapor ke Polsek Ule Kareng. Padahal sempat dipindah anak saya ke dekat rumah, karena sebelum nya berada di tengah jalan,” kata Rosna.Tim Jibom Gegana Polda Aceh langsung mengevakuasi benda yang diduga bom tersebut dari rumah bernomor 5A milik Rosna.

Petugas memasang garis polisi menuju jalam masuk Lorong HT Usman II untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan. Kehadiran Tim Jibom langsung menarik perhatian warga yang berdomisili di kawasan padat penduduk tersebut. Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin memantau proses evakuasi benda tersebut dari lokasi penemuan. Setelah proses evakuasi selesai, benda tersebut langsung dibawa Tim Jibom Polda Aceh.

Setelah diperiksa, benda mencurigakan yang dievakuasi tersebut merupakan alat milik Badan Metreologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang Aceh Besar yang berfungsi mengukur suhu, tekanan angin, dan kelembaban diberbagai ketinggian dalam atmosfer.

 

“Dalam istilah metreologi, alat ini disebut Rason atau Radiosonde. Fungsinya mengamati suhu, tekanan, angin, dan kelembapan di berbagai ketinggian dalam atmosfer,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang Zakaria.

Hal itu disampaikan Zakaria sesaat setelah benda yang awalnya dicurigai bahan peledak tersebut dievakuasi Tim Jibom Polda Aceh.

Zakaria hadir di Markas Gegana Polda Aceh di kawasan Lingke setelah Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin SH menghubungi BMKG Blang Bintang.

“Setiap dua hari sekali, yakni pukul 06.00 WIB dan 18.00 WIB, alat ini kami lepas untuk menguku suhu. Alat ini akan merekam suhu tadi dan mengirimkan hasil rekaman melalui pancaran gelombang radio. Alat ini akan kembali jatuh setelah dilepas ke udara karena menggunakkan balon yang diisi hidrogen yang memiliki sifat memuai, sehingga semakin tinggi terbang maka udara semakin renggang dan balon membesar sampai akhirnya pecah,” kata Zakaria.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin SH mengatakan, klarifikasi terhadap temuan benda yang jatuh di rumah warga Gampong Doi dinilai penting agar tidak menimbulkan keresahan warga.

Apalagi lanjut Kombes Pol T Saladin, Aceh baru saja selesai melaksanakan pemilihan kepala daerah yang digelar serentak 15 Februari lalu.

“Jadi yang ditemukan di Ule Kareng bukan bom. Sengaja langsung kami uraisehingga masyarakat Aceh tidak resah mengingat kita baru saja selesai melaksanakan pilkada. Ini bukan teror atau sengaja, tapi milik sah BMKG. Jadiwarga Banda Aceh tidak perlu resah. Kami harap BMKG juga memberi pengetahuan kepada misalnya dengan memberi lebel pada alat ini,” kata Kombes Pol T SaladinSH.

[Humas Polresta Banda Aceh]

polisiku polisi menjinakkan bom banda aceh misteri rumah warga