Polisi Berhasil Menangkap Pembunuh Satu Keluarga di Medan

Beberapa waktu lalu warga Medan dihebohkan dengan kasus pembunuhan sadis satu keluarga dengan korban Riyanto (40), Sri Ariyanti (40), Sumarni (60), Naya (13) dan Gilang (8). Sedangkan seorang balita bernama Kinara (4) masih dalam perawatan.

Salah satu tersangka yang berhasil ditangkap, yakni Andi Lala diketahui sempat melayat korban sebelum akhirnya kabur dan ditangkap.

Polisi berhasil menangkap dua tersangka

Polisi berhasil menangkap dua tersangka Foto : tribunnews

Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap berinisial A dan R. Sementara, tersangka berinisial AL masih diburu.

"Ditangkap tadi pukul 10.00 WIB di Asahan," kata Brigjen Agus kepada detikcom, Rabu (12/4/2017).

Namun, Agus belum bisa menerangkan lebih jauh soal penangkapan ini. "Kedua pelaku (yang ditangkap) ada yang menjaga dan membantu," ujarnya.

Salah satu tersangka merupakan mantan narapidana

Salah satu tersangka merupakan mantan narapidana Foto : tribunnews

Berdasarkan keterangan dari J Tamba, warga Lubukpakam, menceritakan Andi Lala pernah masuk penjara terkait kasus penadah sepeda motor dan mobil. Andi Lala dikenal luas sebagai mafia mobil dan sepeda motor di kawasan Deliserdang, Sumatera Utara.

"Bro, Andi Lala ini memang mafia, sudah dikenal luas sebagai agen gadai mobil dan sepeda motor. Hampir semua kolektor leasing kenal Andi Lala," ujarnya kepada Tribun-Medan.com, Rabu (12/4/2017).

"Tapi kalau informasi terkini, Andi Lala juga pemain narkoba. Ia dikenal juga sebagai pengedar sabu-sabu. Kalau bro tanya di dekat rumahnya pasti yang baik-baik diceritakan karena di sana keluarga semua. Tapi coba agak jauh sedikit," katanya.

Personel Jatanras Polda Sumut yang menolak identitasnya dipublikasi menyampaikan tidak menduga kembali ditugaskan menuju rumah Andi Lala di Jalan Pembangunan II, Sekip, Lubukpakam, Deliserdang.

" Dua bulan lalu saya ditugaskan ke sana. Mereka memang pemain gadai sepeda motor dan mobil. Penadah mereka, jaringannya luas," ujarnya.

Pembunuhan Sadis Medan