Jadi Target Teroris, Polisi : Kami Tidak Takut

Saat ini teroris sudah berani terang-terangan melakukan penyerangan terhadap polisi. Seperti yang baru terjadi dua anggota Brimob ditusuk usai salat Isya di maasjid, Jakarta Selatan. Menanggapi hal ini bagaimana reaksi Kepolisian Surabaya ?

Foto : Istimewa

Apa yang menjadi alasan Polisi menjadi target serangan ?

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian itu mengatakan, dalam ideologi takfiri yang dianut oleh anggota ISIS konsep utamanya adalah Tauhid. Sehingga ideologi yang tidak berdasarkan tauhid dianggap haram dan kafir. Pembela ideologi yang tidak berdasarkan tauhid disebut thagut, termasuk Polri.

Bagaimana reaksi Kepolisian menanggapi hal ini ?

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian angkat suara soal serangan dua teroris di Mapolda Sumatera Utara, Minggu dinihari 25 Juni 2017. 

“Seperti yang berkali-kali saya sampaikan, kenapa polisi? Karena polisi dianggap sebagai kafir Harbi. Jadi harus diprioritaskan. Namun, mudah-mudahan saja kekuatan mereka tidak besar,” ujar Tito.

Menurut Kapolri penyerangan yang dilakukan di markas kepolisian bukanlah sesuatu yang aneh, lantaran selama ini aparat kepolisian selalu menjadi target mereka.

“Saya sudah memerintahkan semua jajaran kepolisian memperkuat pengamanan masing-masing satuan di kantor atau kediaman pribadi,” pungkas Tito.

Sedangkan begini reaksi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal dalam menanggapi hal ini :

"Kami tidak takut, satu sentipun tidak mundur demi melaksanakan tugas mulia kami yaitu melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat," tuturnya, Jumat (30/6/2017) malam.

Iqbal menerangkan, polisi di Kota Surabaya dikenal sebagai polisi pejuang. Ia mengajak, seluruh polisi untuk tidak takut menghadapi pelaku teror. Ia mengajak masyarakat untuk berani melawan bersama-sama Polri dan TNI.

"Saya sementara ini diamanahi menjadi Kapolrestabes Surabaya, mengajak semuanya untuk tidak takut. Kami tetap berada di tengah-tengah masyarakat. Tetapi, kami tetap waspada. Itu strategi kami, waspada. Ada sistem yang kami terapkan pada kondisi-kondisi saat ini," ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kewaspadaan tidak hanya di markas kepolisian, tapi juga personel di lapangan. Karena pelaku terorisme tentunya sudah menggambar sasarannya.

"Yang jelas peningkatan pengamanan di pos polisi. Peningkatan pengamanan pada saat sendiri dan lain-lain, kami sudah lakukan sejak sebulan lalu," terang dia usai acara Malam Kontemplasi Hari Bhayangkara ke 71 di Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa. 

Polisi ISIS Target Penyerangan Kami Tidak Takut Kapolrestabes Surabaya