Upaya PT Maybank Meningkatkan UMKM

Prestasi diukir PT Maybank Indonesia dengan membiayai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melebih standar yang ditetapkan Bank Indonesia, yakni 40 persen.

Di awal Tahun 2017, BI mewajibkan tiap bank untuk mengalokasikan kredit atau pembiayaan UMKM terhadap total kredit atau pembiayaan paling rendah 15%. Dan bank milik swasta tersebut, berhasil melampaui standar yang ditentukan BI.

Sebelumnya Maybank Indonesia mengumumkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali untuk kuartal 1/2017 naik 10,4% menjadi Rp 490,1 miliar dibandingkan dengan kuartal pertama 2016, didukung oleh Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang lebih baik, pengelolaan biaya secara disiplin dan pertumbuhan pinjaman korporasi dan pencapaian kinerja Perbankan Syariah.

NII meningkat 8,1% menjadi Rp 1,7 triliun pada kuartal 1/2017 dari Rp 1,5 triliun pada kuartal pertama 2016. Sementara itu pertumbuhan kredit tercatat 5,7% menjadi Rp 114,2 triliun, dibanding Rp 108, 1 triliun per 31 Maret  2016.  Menyangkut kucuran yang digelontorkan, pihak Maybank mengakui pertumbuhan kredit di Maybank Indonesia masih sekitar 6%, atau masih dibawah angka rata-rata perbankan nasional yang di kisaran 9%. Sebagian besar pertumbuhan ditopang oleh kredit korporasi, dan UMKM. Sejauh ini, dalam RBB Maybank Indonesia untuk tahun 2017, manajemen mematok pertumbuhan kredit  di kisaran 10%-12%.

Sementara itu,  BI sendiri pernah menerbitkan beleid tentang pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis dalam rangka pengembangan usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM). Lewat Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/12/PBI/2015, ditetapkan bahwa untuk tahun 2016, rasio Kredit atau Pembiayaan UMKM terhadap total kredit atau pembiayaan paling rendah 10%, dan meningkat menjadi paling rendah 15% pada tahun 2017. Sementara di tahun 2018, rasio Kredit atau Pembiayaan UMKM terhadap total Kredit dan Pembiayaan paling rendah 20%. (Maria L. Martens)

astaga wanita usaha perbankan keuangan bisnis