Penilaian OJK Terhadap Kondisi Kualitas Kredit Bank

Sebagai regulator sekaligus pengawas perbankan, Otoritas Jasa keuangan dalam waktu dekat berencana melakukan revisi terhadap aturan relaksasi restrukturisasi kredit.

freepik

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan rencananya relaksasi ini tidak akan lagi diberikan kepada seluruh bank, melainkan OJK akan menilai kondisi kualitas kredit di individu bank. 

Lebih lanjut, Heru menambahkan, pihaknya akan melihat secara detil penyebab kredit bermasalah serta menilai kelayanan bank tersebut untuk mendapat relaksasi restrukturisasi kredit. 

Ia beranggapan, bahwa kredit bermasalah berasal dari faktor internal maupaun eksternal. Sehinga secara internal biasanya kredit macet timbul dikarenakan pengelolaan pemberian kredit belum maksimal. Sedangkan secara eksternal, hal ini cenderung diakibatkan dari belum membaiknya situasi ekonomi, maupun penurunan kualitas kredit secara industri akibat pelemahan harga komoditas. Adapun  aturan  mengenai restrukturisasi kredit ini tertuang dalam POJK No 11/POJK/03/2015 tentang Ketentuan Kehati-hatian dalam Rangka Stimulus Perekonomian Nasional Bagi Bank Umum. 

Dalam aturan ini disebutkan, dalam melakukan restrukturisasi kredit, jika sebelumnya memperhitungkan tiga pilar, maka OJK untuk sementara hanya memberlakukan penggunaan satu pilar dari tiga pilar yang ada. Aturan ini akan berakhir pada Agustus 2017. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita perbankan usaha peluang bank keuangan