Berharap Pada Reksadana Saham

Direktur Pengembangan Bursa Efek Jakarta, Nicky Hogan mengungkapkan, investor usia muda, 17-30 tahun, awal 2017 mendominasi pasar modal Indonesia.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Jakarta, Nicky Hogan mengungkapkan, investor usia muda, 17-30 tahun, awal 2017 mendominasi pasar modal Indonesia. Minat generasi muda untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia terus mengalami peningkatan, sejak tahun 2016 lalu. Secara keseluruhan, hingga akhir Desember 2016, BEI mencatat kenaikan investor 23,47 persen menjadi 535.994 single investor identification (SID). Jumlah itu meningkat 18,83 persen tahun 2015 yang tercatat 434.107 SID.

Diantara total tambahan 101.887 investor baru sepanjang 2016 itu, sebanyak 53.657 di antaranya adalah perempuan. Namun yang kemudian menjadi investor aktif di pasar saham jumlahnya sedikit. Menurut Nicky Hogan, kehadiran investor perempuan di bursa itu merupakan hal positif. Ke depan diharapkan semakin aktifdan berperan semakin signifikan terhadap industri pasar modal.

Namun situasi saat ini, meski sempat diawali aura positif pada semester I-2017, minggu ini kinerja indeks reksadana mencatatkan tren pelemahan. Tercatat per 7 Juli 2017, penurunan indeks reksadana saham (Infovesta Equity Fund Index)  merosot hingga 0,90%.  Diikuti indeks reksadana pendapatan tetap (Infovesta Fixed Income Fund Index) yang turun 0,73%, dan  Indeks reksadana campuran (Infovesta BalancedFund Index) yang juga ikut melemah di angka 0,58%.  Hanya indeks reksadana pasar uang (InfovestaMoney Market Fund Index) yang konsisten mencatatkan kinerja positif sebesar0,07%.

Padahal data yang sempatdikeluarkan Infovesta Utama, memaparkan bahwa di enam bulan pertama 2017, rata-rata return reksadana saham, sebagaimana tercermin dari kenaikan Infovesta Equity Fund Index, mencapai 5,85%. Sementara Infovesta Fixed Income Fund Indexatau indeks reksadana pendapatan tetap naik 5,69%.

Namun diakhir minggu ini, ditemukan pelemahan pada reksadana berbasis saham dan obligasi. Penyebabnya, kinerja pasar saham dan obligasi pemerintah yang anjlok dalam seminggu terakhir. Meski demikian, secara year to date hingga akhir pekan lalu, kinerja seluruh indeks reksadana masih tercatat positif, dengan kinerja terbaik pada jenis saham dan pendapatan tetap.

Hal ini dipengaruhi oleh kinerja positif reksadana saham pada semester I-2017 yang ditopang sektor komoditas, disusul sektor perbankan, infrastruktur dan industri dasar. Sedangkan di paruh kedua tahun ini, sektor perbankan diperkirakan masih menjadi penyokong utama performa cemerlang reksadana saham.

Sementara, kinerja reksadana pendapatan tetap, yangsempat lebih tinggi dari reksadana saham, tidak akan terlalu istimewa.Pasalnya, saat ini suku bunga sudah ada di level terendah dan sudah tak ada sentimen yang dapat mengerek suku bunga acuan. Karenanya, para pengamat menyarankan, jika investor ingin mengejar imbal hasil maksimal, masih bisa berharap mengandalkan reksadana saham. Reksadana saham bisa membukukan return mencapai 10% hingga akhir tahun. Sementara return reksadana pendapatan tetapada di kisaran 7%-10%. 

investor investasi astaga wanita wanita karir inspiratif