BCA Tindak Tegas Pelaku Double Swipe

BCA akan tindak tegas toko-toko rekanan bila melakukan pelanggaran double swipe.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan Bank Indonesia atas pelarangan penggesekan ganda (double swipe) kartu kredit ataupun debit pada transaksi nontunai didukung oleh salah satu bank swasta, BCA. 

Diungkapkan Direktur BCA Suwignyo Budiman saat peluncuran Flazz BCA Syariah di Jakarta, Rabu (6/9), BCA akan menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan toko-toko rekanan. 

"Kami sangat mendukung aturan yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk menjaga keamanan data nasabah. Karenanya kami imbau untuk semua merchant yang bekerja sama dengan BCA untuk mematuhi aturan dari Bank Indonesia," ungkap Suwignyo. 

"Praktik ini akan merugikan kedua belah pihak. Tidak hanya nasabah, tapi juga kami sebagai perbankan tidak mendapat kepercayaan," tambahnya. 

Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. 

Pada Pasal 34 huruf b, Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. 

Masyarakat bisa melaporkan bila mengetahui atau mengalami praktik penggesekan ganda, dengan menghubungi Bank Indonesia Contact Center (BICARA) 131, dan menyebutkan nama pedagang dan nama bank pengelola yang dapat dilihat di stiker mesin EDC.

Double swipe kartu kredit debit BCA