48.000 Kantor Bank di Uni Eropa Tutup

Sejak 2008 sampai 2016, sebanyak 48.000 kantor cabang di Uni Eropa memilih
menutup kantor fisik.

Wah, wah... Pesatnya perkembangan teknologi ternyata memberi dampak pada dunia perbankan. Ini terbukti pada perbankan di Uni Eropa yang telah menutup 9.100 kantor cabang dan memulangkan sekitar 50.000 stafnya di akhir tahun 2016. 

Dilansir Reuters, Rabu (13/9), hal ini terjadi karena meningkatnya penggunaan layanan perbankan online. Tidak tanggung-tanggung ladies, Federasi Perbankan Eropa mengungkapkan jumlah kantor cabang bank di Uni Eropa turun menjadi 189.000 kantor pada tahun 2016. Dan sejak 2008 sampai 2016, sudah ada 48.000 kantor cabang ditutup. Angka ini mencapai seperlima dari jumlah kantor cabang yang ada. 

Konon, perbankan memilih menutup kantor cabang fisik guna menekan biaya. Hal ini terjadi karena nasabah lebih memilih melakukan pembayaran secara eletronik, digital dan mobile, serta suku bunga kredit yang sangat rendah. 

Beberapa negara di Uni Eropa meresponnya dengan menutup kantor-kantor cabang. Di Inggris, misalnya, sebanyak 762 kantor cabang bank telah ditutup pada tahun ini.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Rasanya masih nyaman dan aman. Ladies pun tahu, sekarang semua perbankan menawarkan ragam kemudahan bagi nasabahnya dalam bertransaksi. 

Mau membayar tagihan bulanan kartu kredit, atau kebutuhan membeli pulsa atau token listrik, semua bisa. Ladies cukup menggunakan internet banking, atau mengunduh aplikasi e-banking. Bermodalkan ponsel pintar dan internet, urusan transaksi selesai dalam hitungan menit. 

Uni Eropa Tutup gedung bank