Wanita Solo Ikuti Sosialisasi 'Safety Riding' Bersepeda

Untuk mengurangi kemacetan, upaya menggunakan sepeda ketimbang kendaraan bermotor saat bepergian ke luar rumah dengan jarak yang masih terjangkau gencar saat ini. Seperti itu lah sedang dilakukan Yayasan Kota Kita di Solo.

Di tengah isu bahaya bersepeda bagi perempuan, Yayasan Kota Kita menggelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Klinik Bersepeda Bagi Perempuan di Graha Kusuma Manahan, Banjarsari, Solo.

Bersepeda aman bagi perempuan jika dilakukan dengan cara yang benar dan tekanan di daerah kemaluan tidak terlalu besar.

Sosialisasi disambut antusias

Sosialisasi disambut antusias Foto : joglosemar

Yayasan Kota Kita bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo dan Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Solo menggelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Klinik Bersepeda Bagi Perempuan.

Sejumlah anggota komunitas sepeda tampak serius memperhatikan penjelasan soal safety riding dan rambu-rambu lalu-lintas.

Para peserta diberikan pengetahuan melalui simulasi terkait safety riding dalam acara yang merupakan bagian dari rangkaian kampanye sosial Women on Wheels (Perempuan Bersepeda).

Meski bersepeda, bahkan ketika di jalan raya sekalipun tidak ada keistimewaan pesepeda untuk boleh melanggar rambu lalu lintas. Mereka harus mengenakan pengaman seperti helm sepeda, serta mematuhi tambu lalu lintas. 

“Kami menjadikan perempuan sebagai sasaran utama peserta acara sosialisasi karena peran dan kekuatan besar mereka untuk menularkan tren berlalu lintas dan bersepeda aman kepada keluarga dan kerabat,” tutur Direktur Eksekutif Yayasan Kota Kita, Ahmad Rifai.

Setelah sosialisasi ini, Yayasan Kota Kita meminta para ibu mendorong anggota keluarga masing-masing, khususnya anak mereka untuk lebih memilih menggunakan sepeda ketimbang kendaraan bermotor saat bepergian ke luar rumah dengan jarak yang masih terjangkau.

“Kami berharap ibu-ibu bisa mengkampanyekan gerakan bersepeda kepada orang lain di sekitar mereka. Sepeda adalah alat transportasi yang aksesibel, murah, sehat dan ramah lingkungan,” imbuh Rifai.

Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi, Hariyanti mengaku sudah terbiasa dengan aktivitas bersepedanya.

“Namun kendala kami di jalan terutama saat malam hari adalah dengan motor berberonjong. Apalagi saya sudah tua, kalau malam tidak terlihat beronjongnya dan bisa nabrak. Akibatnya bisa parah juga tergantung kecepatan saat bersepeda,” urai warga Sidodadi, Pajang, Laweyan tersebut.

Wanita Bersepeda Safety Riding Solo