Tiga Tahun Vakum, The Titans Kembali dan Menjadi Bahagia

Pasang surut kehidupan musisi tanah air bisa menghantarkan mereka kepada sebuah kebaikan dan kesadaran, bahwa alasan mereka ada dan bermusik adalah untuk menjadi bahagia.

Titik itu yang kini dialami para personil grup band The Titans. Apa yang telah mereka lalui dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tidak membuat mereka bak Sisifus yang ditakdirkan untuk selama-lamanya mengulangi tugas yang sia-sia: mendorong batu karang ke puncak gunung, untuk pada akhirnya batu itu bergulir jatuh kembali. Alih-alih, Band yang terbentuk sejak tahun 2007 itu menjadikan pengalamannya saat stagnan tersebut, sebagai contoh untuk bangkit dan mencoba berproses memahami konsep idealisme, lewat single baru bertajuk “Menjadi Bahagia”.

Para personilnya, Andika (kibor), Imot (synth), Indra (bas), Oni (gitar), Rizki (vokal), dan Tomtom (drum) dewasa seturut jaman, terpancar dalam musik dan liriknya. Sound yang dipilih Andika, Indra, Oni, dan Tomtom  apik. Dipoles synth Imot yang tipis serta berpadu padan dengan brass section, menambah ambience menjadi semakin kaya dan catchy dalam sekali dengar saja.

Mereka ingin menyampaikan pesan positif pada semesta yang hidup dan menjalani kehidupan. Bahwasanya hidup tidak melulu mulus karena jalan yang ditempuh mereka yang hidup tidaklah sama.

“Jalannya memang beda-beda. Dan juga benturannya juga beda-beda. Di saat itu, kondisi orang biasanya lagi di bawah. Dan hanya semangat yang membuat mereka tidak larut di situ. Makanya kami coba kasih support lewat single ini. Katakanlah, theme song buat mereka biar pelan-pelan bisa bangkit,” kata Rizki menjelaskan.

Percayalah, kebahagiaan adalah hasil dari sebuah penantian panjang penuh benturan. Seperti The Titans tulis dalam single ini, “...Pasti ada satu alasan di balik semua lelah yang kau rasa, Tuhan beri kemudahan di segala kesulitan. Percayalah, semua duka ini akan berakhir..."

thetitans band indonesia musisi andika ekspeterpan musik menjadibahagia