Suka Duka Pekerja Lepas

Kerja sesuai pesanan, (kadang) honor sampai tidak sesuai yang dijanjikan. Jam kerja tidak terikat, namun kadang dikejar deadline.. Bener-bener deh :)

"Enak banget sih lo kerja di rumah. Nyantai dong, ga pagi-pagi berangkat kena macet. Gue ke kantor dari rumah aja dah dua jam, males banget macet-macet tiap hari"

"Yah gue lembur lagi deh. Baru aja tiga hari  lalu pulang tengah malem, eh sekarang lembur lagi. Coba aja gue bisa kerja kaya lo."

Sering kan denger komplenan kaya gini? Terkadang suka kesel ya, orang kok dah dapet kerja enak, gaji tinggi segala macem masi aja komplen. Hehe ga bersyukur ya?

Bagi yang sudah capek sama macet-macet, harus lembur, jadwal padat, pilihan menjadi pekerja lepas atau istilah kerennya freelancer bisa jadi tepat. Dengan kemajuan teknologi, berbagai pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah, seperti penulis, editor, penerjemah, programmer, desainer grafis, atau virtual assistant. Bahkan jadi guru bisa dilakukan secara online lho! Selain itu, ada juga yang memilih berbisnis sendiri. Baik mempromosikan barang lewat toko online atau sosial media.

Nah, mau tau suka dukanya jadi pekerja lepas? Kita mulai dari sisi positifnya dulu deh

Bisa mengatur waktu

Jadi pekerja lepas bukan berarti ga ada deadline dan leha-leha aja helooo. Deadline tetap dipatuhi dong, namun kamu bisa mengatur waktu. Jadi bisa belanja dulu, siapin sarapan buat keluarga, dan lain-lain di sela-sela kerja. Yang penting kamu bisa atur waktu untuk beresin kerjaan kamu. Pekerjaan selesai, urusan rumah beres. Enak kan?

Alasan fleksibilitas waktu ini yang membuat banyak perempuan yang memilih jadi freelancer setelah menikah dan memiliki anak. Seorang teman bernama Sinta memilih belajar membuat bolu batik dan menjualnya lewat sosial media setelah bekerja di perusahaan migas asing dengan gaji fantastis. "Setelah suami sakit dan anak-anak butuh perhatian, saya sadar bahwa sudah waktunya saya fokus pada keluarga",ujarnya.

Saat ini, di sela-sela berbisnis, Sinta masih meluangkan waktu memberikan pelatihan di bidang teknik elektro, sesuai dengan latar belakang pendidikannya. "Lebih nyaman sekarang walau jelas secara pendapatan lebih besar dulu. Tetapi, setidaknya saya punya waktu mengurus anak sekolah, mengantar anak les, mengurus keperluan suami dan menjaga ibu saya,"papar ibu dua anak ini.

Mengatur ruang kerja sendiri

Mengatur ruang kerja sendiri millenialmagazine.com

Mau kerja di kamar, atau ruang tamu itu terserah. Kamu bisa mengatur sendiri meja kerja kamu. Ga perlu worry ditegor boss kalo kerja sambil makan. Tapi tetep jaga makan yaa

Bebas macet

Bebas macet bujang.net

Heran, banyak orang sebel ama macet, tapi kerja naik mobil juga. Siapa yang salah coba? Kalo memang gak pengen bermacet-macet tiap hari, yo wes jadi pekerja lepas saja. Misal keluar rumah toh gak tiap hari dan bisa atur waktu sendiri. Gak perlu bangun pagi buru-buru mandi, sarapan dan berkutat dengan antrian kendaraan.

Be Your Own Boss

Be Your Own Boss businessinsurance.co.za

Jadi bos bagi diri sendiri memang menyenangkan. Bisa ngatur waktu sendiri, dan lebih bebas ketimbang pekerja penuh waktu. 

Namun...dunia freelancer juga ga selalu indah lho. Ini nih dukanya

Pendapatan Gak Menentu

Pendapatan Gak Menentu dpbbmlucu123.blogspot.com

Yang namanya proyek kadang ada kadang nggak. Kalo lagi banyak ya banyak kalo lagi dikit ya dikit. Hal ini tentu ngaruh ama pendapatan hiks. Tentunya, kareja pekerja lepas tidak punya pendapatan tetap, harus pinter-pinter ngatur keuangan. 

Persaingan Ketat

Persaingan Ketat makeyupdates.com

Ini sering gak disadari kebanyakan orang. Taunya kerja lepas enak, santai. Tapi..sadar gak di luar sana, di belahan dunia sana, banyak pekerja lepas yang skillnya dan pengalamannya juga mumpuni dan mencari pekerjaan juga. Coba aja cek situs dimana kita bisa menjual skill kita seperti tenbux.com,

fiverr.comgigdollars.com, atau upwork.com. Berapa ribu freelancer yang daftar? Seorang teman yang juga punya pengalaman menulis pun sempet frustrasi saat buat account di fiverr.com karena ga ada yang mengontak dia. Begitu beratnya persaingan di dunia freelancer ini


Harus Punya Kreatifitas dan Effort Lebih

Harus Punya Kreatifitas dan Effort Lebih wciw.org

Ini juga hal yang sering gak dipahami. Seorang pekerja lepas harus punya upaya lebih untuk mempromote keahliannya dan ga terbatas ama satu sumber saja. Misal, jika selama ini seorang freelancer cuma mengandalkan satu website saja untuk mencari pekerjaan, ya sulit. Harus bisa cari informasi di mana bisa dapet kerjaan lepas.

Yang pasti sih, jangan cepet nyerah. Misal, di upwork.com, tiap bulan kita dapet 60 connects yang berarti kita bisa menghabiskan ke-60nya dengan mengirim 30 lamaran (dikali dua). Jangan cepet nyerah dengan ngirim 10 atau 11. Bisa jadi memang kita harus punya upaya lebih untuk terus submit bid kita sampe dapet kerjaan yang kita mau.

Kreatifitas juga dituntut lho. Contohnya, jadi penulis. Selama ini kita dispoon feed idenya A,B,C. Nah, kita harus pinter-pinter juga nih, kira-kira mau nulis apa ya yang seru. 

Pinter-pinter nego rate

Pinter-pinter nego rate jberita.com

Terkadang bingung kan? Duh kalo ditanya honor jawabnya apa? Nah, sama aja kan ama pertanyaan "mau digaji berapa?". Kita juga harus bisa menghargai diri kita sendiri. Gak apa-apa kalo kita pemula pasang tarif yang ga terlalu tinggi, tapi juga jangan kemurahan. Terkesan kualitas kerjaan rendah dong.

Biar gak kagok pas ditanya soal mau dibayar berapa, perlu juga cari-cari informasi soal honor secara umum dari kerjaan yang kita pilih. 

Kesimpulannya...

Apapun pekerjaannya, baik bekerja penuh waktu maupun jadi freelancer, kita harus sungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaan kita. Jangan sampe jadi freelancer terkesan santai, kualitas kerjaan jadi jelek.

Selain itu, perlu juga menambah wawasan dengan banyak membaca, bertemu dengan orang-orang baru jadi biar terus dapet pengetahuan baru.  Kali aja bisa membangun start-up, who knows?

pekerja penuh waktu penulis programmer virtual assistant guru editor penerjemah lepas online