#Selfie dan Gangguan Kesehatan

Meski kamera ponsel kini kian canggih, plus dilengkapi berbagai filter yang bisa bikin kita kinclong kayak Krisdayanti, baiknya kurangin deh selfie!

Terlebih kalau kamu bukan Kim Kardhasian atau  Nikita Mirzani yang "penampilannya" ditunggu-tunggu, tidak ada perlunya selfie 12 kali sehari. Sebabnya, kebiasaan kamu selfie bisa menggangu kesehatan dan kejiwaan.

Do you really really exciting to see your own face ?

Do you really really exciting to see your own face ?

Begini penjelasannya.. Saat melakukan selfie, umumnya kamu bereksperimen angle agar foto kian menarik. Kamu mencari sudut terbaik untuk wajah dan bukan sendi. Tak jarang sudut sendi tertekuk tidak dalam posisi ergonomis selama 10 sampai 15 detik pada waktu selfie, kata Jocelyn Szeto, MD, dokter olahraga dari University of Texas Health Science Center di Houston dan Memorial Hermann Ironman Sports Medicine Institute di Texas Medical Center.

Belum lagi kalau kamu selfie ditempat-tempat berbahaya. Ujung tebing, pinggir jalan raya, pemakaman ? Ya kalau satu ini, bahaya karena kamu bisa kena amuk keluarga yang sedang berduka. Kok sempet-sempetnya duck face di pemakaman ya?.

Oh my....simpathy!

Oh my....simpathy!

Selain masalah kesehatan tadi, sudah ada banyak penelitian yang bilang, hobi selfie ada bibit sakit kejiwaan. Salah satunya, sebuah studi yang dilakukan oleh J. Fox dan M.C. Rooney yang diterbitkan di jurnal psikologi Personality and Individual Differences pada 2015 menganalisis hubungan antara hobi mengunggah foto selfie dan menyunting foto terhadap kepribadian seseorang.

Hasilnya, kebanyakan orang yang gemar berlama-lama di medsos dan menggunakan aplikasi penyunting foto cenderung terasosiasi dengan penyakit narsisisme dan objektifikasi diri. Adapun, mereka yang keranjingan mengunggah foto selfie lebih terkait erat dengan penyakit narsisisme dan psikopatik.

“Para penderita narsisisme cenderung pamer selfie dan berupaya keras untuk terlihat maksimal dalam foto-foto selfie mereka. Menariknya, orang yang terlalu sering mengunggah foto selfie tanpa diedit memiliki kecenderungan psikopatik,” papar Fox dalam jurnalnya.

Tidak semua orang bisa terlihat kece, meski sedang berpose ajaib...

Tidak semua orang bisa terlihat kece, meski sedang berpose ajaib...

Alasannya, lanjut Fox, orang dengan gejala psikopatik bertendensi untuk memiliki pengendalian diri yang lemah. Sehingga, mereka cenderung tidak terlalu tertarik mengedit fotonya sebelum diunggah. Yang narsis pilih-pilih foto dan filter banget, yang psikopatik cenderung punya masalah kepercayaan diri.

Nah lo.. lebih mencegah daripada mengobati. Kurang-kurangi hobi yang tidak perlu... Like bisa dibeli kok, jadi jangan iri kalau selfie "tetangga" payah namun yang like 15469.

selfie kamera ponse narsis penyakit psikopat