Segera dibuka, Silicon Valley Cabang Kanada

Ini menyusul dikeluarkannya kebijakan tidak populer Presiden Trump tentang pengungsi dan rencana perombakan pemberian visa kerja.

Sejumlah perusahaan startup Amerika Serikat yang bermarkas di Silicon Valley, California, berencana untuk membuka kantor cabang di Kanada. Rencananya kantor itu akan menampung karyawan-karyawan mereka yang lahir diluar Amerika Serikat.

Langkah ini diambil menyusul perintah perombakan program visa kerja H-1B yang berdampak langsung kepada perusahaan berbasis teknologi di AS. Seperti diketahui, perusahaan berbasis teknologi banyak mempekerjakan pegawai asing yang brilian di perusahaan mereka.

Seperti dilansir Bloomberg, draft usulan itu menyatakan bahwa: "Kebijakan imigrasi negara harus dirancang dan dilaksanakan untuk melayani, pertama dan terutama, kepentingan nasional AS. Program visa bagi pekerja asing ... harus diberikan dengan cara yang melindungi hak-hak sipil pekerja Amerika dan penduduk yang sah saat ini, dan yang mengutamakan perlindungan pekerja Amerika – warga pekerja kami yang terlupakan - dan pekerjaan yang mereka pegang. "

Menanggapi hal itu, setidaknya satu kelompok kecil dari para pendiri perusahaan telah bersatu untuk memudahkan perusahaan-perusahaan AS membuat anak perusahaan di Kanada dan memindahkan karyawan mereka yang berbasis di AS ke Vancouver. Semua disiapkan dalam hitungan minggu.

True North, sebuah perusahaan baru dibentuk untuk memfasilitasi kepindahan tersebut. "Untuk memfasilitasi pekerja di satu tempat daripada melihat mereka terpencar. Untuk mengarahkan mereka ke kota dan bandara yang lebih layak di mana mereka dapat memindahkan pekerjaan mereka dan hidup bahagia dan mengakses sekolah publik yang bagus. Kami memiliki komunitas di Silicon Valley yang ingin kami lestarikan dan jika Anda melihat peta, ada beberapa tempat lain selain Vancouver yang memenuhi syarat untuk perpindahan ini." kata Scott Rafer, pendiri True North.

Idenya bagi karyawan adalah untuk mempertahankan pekerjaan mereka dengan majikan mereka saat ini tetapi memiliki pilihan untuk bekerja melalui anak perusahaan di Kanada yang dimiliki sepenuhnya yang memberi status yang dilindungi dalam hal AS mengubah peraturan kerjanya.

sillicon valley imigran kebijakan amerika serikat